Kategoti: Berita Featured

Dijerat Pasal Makar, Permadi Salahkan Pidato Kivlan Zein soal Ajak People Power Kepung KPU & Bawaslu

Share

Politisi Partai Gerindra Permadi Satrio Wiwoho membeberkan isi video ‘revolusi’ yang menjadi viral. Permadi mengungkap dalam video itu ada pidato Kivlan Zein yang mengajak people power di Lapangan Banteng, mengepung KPU dan Bawaslu.BACA JUGA

“Kivlan Zein berpidato intinya mengajak poeple power di Lapangan Banteng, mengepung KPU dan Bawaslu,” kata Permadi usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim, Jakarta Pusat, Jumat (17/5).

Permadi menceritakan awal mula kejadian dalam video tersebut sesuai yang ditanyakan penyidik.

“Pertanyaannya adalah, apa yang menyebabkan saya datang pada pertemuan pada Mei di rumah rakyat jalan Tebet Timur Raya. Saya mengatakan saya diundang oleh yang punya rumah, saya baru tahu bahwa kita akan melakukan suatu petisi di depan para wartawan, untuk itu saya tentu minta petisinya seperti apa, saya diberikan petisi ternyata, di petisi itu ada 14 pendahuluan dan 4 petisi,” bebernya.

Kemudian, kata Permadi, ia menolak 14 pendahuluan sebab terlalu panjang. “Rakyat tidak akan mau baca dan agak kurang sesuai dengan keinginan saya,” katanya.

“4 Petisi saya bersedia, dan keputusan rapat memutuskan saya dianggap paling tua, saya dianggap sesepuh, saya diminta membacakan petisi itu dan saya bersedia.”

Ia menggambarkan, sejumlah tokoh menghadiri pertemuan tersebut. “Yang datang adalah para jenderal antara lain, pak Kivlan datang belakangan, pak Sarwan Hamid, Samsu Jalal dan lain sebagainya lalu ada Eggi Sudjana, ada Habib Mukhsin, ada Habib Umar dan Kivlan Zein datang belakangan.”

Permadi Belum Setujui Pidato Kivlan Zein

Polisi bertanya apakah Permadi menyetujui langkah yang diambil Kivlan Zein seperti dalam pidatonya. Yakni, mengajak people power dengan mengepung KPU dan Bawaslu.

Permadi klaim belum menjawab setuju atau tidak. Lantaran baru bertemu dengan Kivlan Zein pada hari itu.

“Pertanyaan selanjutnya apakah saya setuju dengan pendapat Kivlan Zein? saya mengatakan saya dan pak kivlan Zen adalah sesama aktivis tapi saya baru ketemu hari itu, jadi saya tidak bisa bilang setuju atau tidak karena saya tidak tahu sebelumnya, rapat-rapat sebelumnya saya tidak tahu,” katanya.

“Tapi yang pasti karena saya stroke saya tidak bisa hadir di Lapangan Banteng maupun waktu pengepungan Bawaslu maupun KPU, tapi saya senang masyarakat sekalipun tidak sebanyak yang saya inginkan telah melakukan poeple power itu,” lanjutnya.

sumber: Merdeka.com

Terkini

  • Berita
  • Featured

Aksi 22 Mei Banyak Korban dan Kerugian, Prabowo Harus Tanggung Jawab!

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendesak Prabowo Subianto untuk bertanggungjawab atas kericuhan yang terjadi di Jakarta. Menurut mereka,…

42 menit lalu
  • Berita
  • Featured

Dua Korban Tewas Bukan Karena Tembakan, RSUD Tarakan Tegaskan Tidak Ada Proyektil

RSUD Tarakan mengonfirmasi dua korban meninggal dunia usai kerusuhan yang terjadi di sejumlah titik di Jakarta pada Rabu, (22/5). Kedua…

1 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Temukan Amplop Berisi Uang, Polisi Usut Massa Bayaran Pelaku Kerusuhan

Polisi menduga kericuhan yang terjadi pasca bubaran aksi demonstrasi di depan gedung Bawaslu dipicu oleh massa bayaran. Sejumlah amplop berisi…

2 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Bajingan! Pelaku Kerusuhan Sengaja Pancing Polisi Masuk Masjid, Nanti Koar-koar Penistaan Agama

Bentrokan antara sekelompok massa dengan polisi terjadi di Petamburan, Jakarta. Polisi membubarkan massa di depan Masjid Jami An Nur dengan…

2 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Rusuh 22 Mei Dini Hari By Design, Settingan, Polisi Temukan Amplop Berisi Duit

Polri menyebut kerusuhan dekat Bawaslu dan Jl KS Tubun pada 22 Mei dini hari diduga terorganisir. Polisi menyita sejumlah bukti…

2 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Tanggung Biaya Pengobatan Pelaku Kerusuhan, Anies Baswedan Mau Suburkan Kelompok Radikal di DKI Jakarta?

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menanggung biaya perawatan semua korban aksi 22 Mei. Ada pula yang akan ditanggung oleh BPJS.…

2 jam lalu