Kategoti: Berita Featured

Bodoh! Demi Prabowo, Emak-emak Kurang Kerjaan ini Demo Bawa Keranda Mayat di Depan Istana

Share

Perempuan-perempuan berpakaian hitam berbaris mengiringi sejumlah orang yang menggotong sebuah keranda mayat. Aksi ini terjadi tepat di depan hidung kekuasaan, di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/5). 

Keranda yang mereka bawa itu berisi maneken yang dibalut kain kafan. Sambil mengiringi ‘jenazah’, para perempuan itu membawa poster dan spanduk yang berbunyi protes dugaan kecurangan pemilu. 

Berbagai protes yang ditulis antara lain tuntutan audit forensik IT KPU, hingga netralitas TNI, Polri dan Aparatur Sipil Negara. Di tengah peristiwa itu, sesekali terdengar orasi menyoal dari koordinator aksi yang teriak soal audit sistem IT KPU hingga soal insiden ratusan petugas KPPS yang tewas selama Pemilu 2019.

Aksi teatrikal itu digelar oleh emak-emak yang menamakan diri Perempuan Indonesia Bergerak (PIB). Di puncak adegan keranda mayat tersebut, para emak-emak itu melepas rangkaian balon hitam sebagai simbol kematian demokrasi.

Pada adegan lain, sejumlah emak-emak dibawa dengan keadaan terikat. Seperti para penjahat, mereka berhadapan dengan seorang wanita dengan riasan sangar. Wajahnya penuh coretan hitam seperti tentara hendak berperang.

Puisi tentang kebebasan dan demokrasi dibacakan di tengah adegan tersebut. “Tak tahu lagi mau dikemanakan bangsa ini,” ucap pembaca puisi sambil menangis. 

Rangkaian aksi itu memang sengaja digelar untuk mengingatkan pemerintah soal dugaan kecurangan yang menurut PIB terjadi selama Pemilu 2019. 

Dugaan kecurangan itu antara lain soal rekayasa penghitungan hasil pemilu berdasarkan sistem penghitungan (Situng) KPU. Keberpihakan aparat negara, hingga kebebasan berpendapat yang menurut mereka diberangus di era Jokowi.

Untuk menguatkan pesan yang hendak diusung, massa aksi memasang baliho raksasa warna hitam bertuliskan ‘RIP Demokrasi’ tepat di muka mobil komando.Di pengujung aksi, para emak-emak melakukan aksi doa dan selawat bersama. 

Sebelumnya, Koordinator Presidium PIB Monica Soraya mengatakan pihaknya ingin agar situng KPU bisa dihentikan karena telah terjadi kecurangan.

“Kami ingin pemerintah ayo kita fair jangan lagi curang, kita harus adil, kita harus jujur. Setop [situng] KPU, tidak ada lagi perhitungan suara karena kami nilai perhitungan suara itu curang,” ucapnya.

Selain itu, Monica juga mengatakan pihaknya menuntut keadilan atas ratusan petugas KPPS yang meninggal dunia selama pemilu.

Sikap PIB ini hampir serupa dengan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Prabowo sebagai calon presiden bahkan menegaskan siap menolak hasil penghitungan suara oleh KPU jika terbukti ada kecurangan.

Prabowo menempatkan diri sebagai korban kecurangan pemilu. 

Sementara itu pemerintah, pada hari ini telah menegaskan tidak melakukan kecurangan atau bekerjasama dengan penyelenggara pemilu untuk memenangkan salah satu pasangan calon. Hal itu ditegaskan langsung oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, hari ini.

“Saya berani bersumpah di bulan puasa ini demi Allah Yang Maha Kuasa, tidak pernah ada niatan, pemikiran, tindakan, ‘eh Pak KPU sini ya kita rundingan, kita menangkan paslon nomor sekian’. Tidak pernah ada,” ujar Wiranto di hadapan peserta Rakornas Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tahun 2019 di Hotel Grand Paragon, Jakarta, Kamis.

sumber: CNN Indonesia

Terkini

  • Berita
  • Featured

Aksi 22 Mei Banyak Korban dan Kerugian, Prabowo Harus Tanggung Jawab!

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendesak Prabowo Subianto untuk bertanggungjawab atas kericuhan yang terjadi di Jakarta. Menurut mereka,…

26 menit lalu
  • Berita
  • Featured

Dua Korban Tewas Bukan Karena Tembakan, RSUD Tarakan Tegaskan Tidak Ada Proyektil

RSUD Tarakan mengonfirmasi dua korban meninggal dunia usai kerusuhan yang terjadi di sejumlah titik di Jakarta pada Rabu, (22/5). Kedua…

1 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Temukan Amplop Berisi Uang, Polisi Usut Massa Bayaran Pelaku Kerusuhan

Polisi menduga kericuhan yang terjadi pasca bubaran aksi demonstrasi di depan gedung Bawaslu dipicu oleh massa bayaran. Sejumlah amplop berisi…

1 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Bajingan! Pelaku Kerusuhan Sengaja Pancing Polisi Masuk Masjid, Nanti Koar-koar Penistaan Agama

Bentrokan antara sekelompok massa dengan polisi terjadi di Petamburan, Jakarta. Polisi membubarkan massa di depan Masjid Jami An Nur dengan…

2 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Rusuh 22 Mei Dini Hari By Design, Settingan, Polisi Temukan Amplop Berisi Duit

Polri menyebut kerusuhan dekat Bawaslu dan Jl KS Tubun pada 22 Mei dini hari diduga terorganisir. Polisi menyita sejumlah bukti…

2 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Tanggung Biaya Pengobatan Pelaku Kerusuhan, Anies Baswedan Mau Suburkan Kelompok Radikal di DKI Jakarta?

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menanggung biaya perawatan semua korban aksi 22 Mei. Ada pula yang akan ditanggung oleh BPJS.…

2 jam lalu