Kategoti: Berita Featured

Dugaan Politik Uang Caleg Partai Nasdem Diselidiki Bawaslu Kabupaten Batanghari

Share

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Batanghari menerima laporan dugaan politik uang calon legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Nasdem. Ketua Bawaslu Kabupaten Batanghari, Indra Tritusian dalam konferensi pers di Kantor Bawaslu Batanghari mengatakan, proses laporan telah dibawa dalam rapat bersama Tim Gakumdu. 

“Hasil rapat bersama Gakumdu, pembahasan pertama untuk melengkapi persyaratan formil dan materil dan dinyatakan telah lengkap,” kata Indra didampingi penyidik Polres Batanghari dan penyidik Kejari Batanghari, Senin (15/4).

Menurut Indra Tritusian, terlapor adalah caleg DPR RI Partai Nasdem, Hasbi Ansori. Kemudian dugaan pelanggaran adalah larangan kampanye Pasal 280 ayat 1 huruf J. Kemudian dugaan tindak pidana Pemilu Pasal 521 tentang menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta kampanye dalam masa kampanye.

Indra berujar, Bawaslu Batanghari menerima laporan pada tanggal 14 April 2019 dan telah diregistrasi pada Senin (15/4) ini. Bawaslu Kabupaten Batanghari akan melakukan klarifikasi kepada pihak pelapor dan terlapor untuk dimintai keterangan selama 14 hari kerja. “Selama 14 hari kerja kita optimalkan dalam proses penyelidikan,” katanya.  

Lokasi dugaan politik uang Caleg DPR RI Partai Nasdem, Hasbi Ansori, kata Indra, berada dalam wilayah Desa Rantau Kapas Tuo, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari. “Barang bukti yang diserahkan pelapor kepada Bawaslu berupa uang Rp25 ribu dalam amplop. Yang diserahkan dengan Bawaslu cuma satu amplop. Amplop-amplop lain banyak, sekitar tiga, tapi tidak ada isinya lagi, hanya tinggal amplop yang sudah dirobek,” ujarnya. 

Bawaslu Kabupaten Batanghari belum memeriksa saksi. Tapi saksi yang diajukan pelapor berjumlah tiga orang. Bawaslu masih menyusun bersama Tim Gakumdu, karena harus efektifkan waktu 14 hari. “Artinya 14 hari kerja ini kita optimalkan sampai jelas,” katanya. 

Proses dugaan politik uang Hasbi Ansori ini masih tahap penyelidikan. Namun ketika sudah jelas, akan ada sanksi lain. Dugaan pemberian uang bukan dalam masa tenang. “Karena waktu itu masih tanggal 13 April 2019 sebelum pukul 00.00 WIB tanggal 14 April 2019. Artinya masih dalam tahap kampanye. Kalau menurut pelapor memang dalam tempat kegiatan mereka, tempat kegiatan kampanye,” katanya.

sumber: Gatra.Com

Terkini

  • Berita
  • Featured

Modar! Daerah yang Dibilang Saksi Penuh Kecurangan, Justru 02 yang Menang

Viral unggahan video dari netizen yang menunjukan kebodohan saksi dari Prabowo-Sandiaga Uno. Dalam video tersebut tampak Saksi yang dihadirkan tim Prabowo Subianto-Sandiaga…

9 jam lalu
  • Featured
  • Opini

Viral! @Aniesbaswedan di Ujung Tanduk

Pemprov DKI Jakarta membantah keluarnya IMB harus menunggu Dua Raperda yaitu, Raperda tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara…

10 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Mantap! Hakim Enny Nurbaningsih ‘Bantai’ Keterangan Palsu Saksi BPN

Seorang netizen menulis cuitan yang berisi pujian untuk Anggota hakim konstitusi Enny Nurbaningsih yang meminta tim hukum pasangan capres nomor…

11 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Soal IMB Reklamasi, Ahok Samakan @AniesBaswedan dengan Terpidana Suap Sanusi yang Tolak Kontribusi 15 Persen

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mempertanyakan langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menerbitkan izin mendirikan…

12 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Ahok Bongkar Kebohongan Anies, Pergub 206 tahun 2016 Tak Bisa Terbitkan IMB Pulau Reklamasi

Viral di sosial media facebook artikel berjudul "Ahok Komentari Keputusan Anies Terbitkan IMB Pulau Reklamasi" yang tayang di situs Kompas.com.…

14 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Viral Flashmob Tari di Yogyakarta, Netizen: Harus Dipelihara, Bukan Ikut-ikutan Budaya Kearab-araban

Seorang netizen mengunggah sebuah video beberapa anak muda Yogyakarta yang kompak menarikan tarian tradisional di salah satu jalan Kota Pelajar…

14 jam lalu