Kategoti: Berita Featured

Pemungutan Suara di Luar Negeri: Di Negara Mana Saja Antrean Panjang Terjadi?

Share

Pemungutan suara untuk pemilih di luar negeri yang dilaksanakan lebih awal diwarnai antrean panjang di beberapa negara. Kisah para pemilih di luar negeri ini pun kemudian ramai dibagikan di media sosial.

Para pemilih di luar negeri sudah bisa mencoblos sejak 8 sampai 14 April 2019, namun proses penghitungan suara baru akan dilakukan bersama dengan pelaksanaan di Indonesia, 17 April mendatang.

Sebelumnya, pemungutan suara di Kuala Lumpur, Malaysia, sempat diwarnai antrean panjang, setelah KPU memangkas 255 TPS dari 89 lokasi menjadi tiga lokasi.

Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur menginformasikan perubahan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kuala Lumpur semula tersebar di 255 lokasi menjadi tiga lokasi yaitu KBRI Kuala Lumpur, Wisma Duta, dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).

Anggota KPU, Evi Novida, mengatakan jumlah TPS di Kuala Lumpur dipersempit menjadi tiga lokasi karena persoalan izin.

“Pembuatan TPS di luar negeri itu tidak segampang di Indonesia. Di LN (luar negeri) kita membuat TPS di perwakilan Indonesia dan tempat lain yang bisa mendapatkan izin dari pemerintah setempat di LN,” kata Evi dalam keterangan tertulis kepada BBC, Minggu (14/04).

Namun, bukan hanya di Malaysia, di media sosial banyak warganet yang mengisahkan tentang antrean panjang yang mereka alami saat akan mencoblos, seperti yang terjadi di Belanda atau yang terjadi di Jepang dengan antrean mencapai sembilan jam.

Unggahan lain yang viral juga memperlihatkan antrean panjang WNI di London yang akan memilih pada Sabtu (13/4).

Sementara itu, di Singapura, antrean panjang juga terjadi antara satu jam di pagi hari dan tiga sampai empat jam di siang hari.

Salah satu penyelenggaraan pemilu di luar negeri yang antrean panjangnya kemudian menjadi viral adalah di Sydney, Australia.

Muncul petisi online yang menuntut agar pemilu ulang digelar di Sydney, Australia, dengan alasan “ratusan warga Indonesia yang mempunyai hak pilih tidak diizinkan melakukan haknya padahal sudah ada antrian panjang di depan TPS Townhall dari siang.”

Menurut petisi tersebut, PPLN Sydney dianggap mampu menyelenggarakan pemungutan suara sehingga “antrian tidak bisa berakhir sampai jam 6 sore waktu setempat”. Petisi tersebut sudah ditandatangani oleh lebih dari 25 ribu orang.

Dalam pernyataan di situs resmi Pusat Informasi Pemilihan Umum 2019 di wilayah New South Wales, Queensland, dan South Australia, Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Sydney mengatakan bahwa, pemilih yang datang ke lokasi TPS mencapai puncaknya menjelang jam 17.00 atau waktu bagi DPKLN (Pemilih yang tidak terdaftar di Daftar Pemilih Tetap) untuk melakukan pencoblosan.

Menurut mereka, ketika pukul 18.00, masih banyak pemilih berkumpul di depan pintu masuk lokasi gedung TPS, namun, “dengan berbagai pertimbangan dan musyawarah antara PPLN, KPPSLN, Panwaslu, Saksi, dan pihak keamanan terkait; terutama pertimbangan keamanan gedung dan waktu penggunaan gedung yang terbatas, maka penutupan pintu masuk gedung dilakukan pada pukul 18.00 khususnya pada lokasi TPS yang menyewa gedung.”

Pemilih yang berada di luar gedung, menurut PPLN, “telah diberi penjelasan bahwa waktu pencoblosan telah berakhir, namun pelayanan masih dilakukan pada pemilih yang sudah memasuki dan memenuhi gedung hingga pukul 19.00. Bahkan telah dilakukan perpanjangan waktu penggunaan gedung guna menyelesaikan seluruh proses administrasi pemungutan suara.”

sumber: BBC.com

Terkini

  • Berita
  • Featured

Viral! Butuh Dana untuk Operasi, Netizen Doakan Trinity dan Alvaro Korban Bom Gereja Samarinda 2016

Seorang netizen menulis cuitan mengingatkan masyarakat pada korban serangan bom di Gereja Oikumene, Samarinda, Minggu (13/11/2016) pagi. Saat itu korban…

15 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Ngakak! Tim Prabowo Gunakan Link Berita dari Media Abal-abal

Kuasa Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Denny Indrayana bersikukuh tautan berita media massa online yang digunakan kubunya untuk mempermasalahkan kemenangan Jokowi- Ma'ruf Amin sah dan bisa menjadi bukti…

15 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Viral! Apa Kabar Kontribusi Tambahan Reklamasi 15 Persen

Viral di twitter kultwit dari akun @PartaiSocmed yang menguliti kontribusi tambahan 15 terkait reklamasi Teluk Jakarta. Begini isinya: "Sekarang sedang…

16 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Keberpihakan Anies, Bongkar Bangunan Rakyat Miskin, Proyek Reklamasi Sudah Disegel Malah Dikasih IMB

Seorang netizen membagikan ke twitter sebuah artikel berjudul "Jumlah Bangunan Tanpa IMB Dibongkar di Jakarta Barat Lebih 500 Bangunan Tiap…

17 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Artikelnya Dicatut Kubu Prabowo, Prof Australia: Saya Tak Bilang Jokowi Otoriter

Seorang netizen menulis cuitan mengomentari artikel berjudul "Prof Australia Protes Keras Dikutip Prabowo: Saya Tak Bilang Jokowi Otoriter " yang…

17 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Berubah jadi kampret, Mantan Penasihat KPK Jadi Korlap Demo di Depan MK

Seorang netizen membagikan sebuah artikel berjudul "Mantan Penasihat KPK Jadi Korlap Demo di Depan MK" yang tayang di situs Kumparan.com,…

19 jam lalu