Kategoti: Berita Featured

PSI Rajai Exit Poll di Luar Negeri, Dalam Negeri Harus Optimis!

Share

Partai baru, PSI merajai exit poll pileg di Luar Negeri. 3 hari lagi pencoblosan akan berlangsung di dalam negeri, akankah PSI mendapatkan suara yang banyak juga?

Bagaimana dengan yang terjadi di dalam negeri? Bagaimana dengan pileg di dalam negeri? Apakah nanti PSI akan menjadi partai dengan persentase terbesar? Begini analisisnya.

PSI adalah pendatang baru yang menawarkan kebaruan dan perubahan dalam Senayan. Untuk urusan Presiden, semua sudah selesai. Jokowi sudah dipastikan menang dan Prabowo dihancurkan lagi. Kita harus pastikan kemenangan Jokowi.

Tapi kalau bicara tentang partai, semua masih sangat fluid. Semua masih sangat cair dan masih bisa berubah di hari H. Untuk urusan partai, PSI adalah partai yang bisa menggebrak dengan inovasi.

Mereka membuat iklan-iklan sadis yang begitu masif. Spanduk-spanduk dibentangkan di seluruh penjuru bangsa ini. Di luar negeri, mereka menggunakan strategi kampanye via media sosial baik dari Facebook, Twitter, YouTube, Instagram dan berbagainya.

Grace Natalie sebagai ketua umum PSI juga gencar sekali mengiklankan partainya yang baru itu. Mantan wartawan TV One ini menjadi seseorang yang melahirkan, merawat, membina dan mempertontonkan kepeduliannya kepada partai ini. Dirawat dari kecil, sampai saat ini. Menjadikan PSI partai yang besar.

PSI berani bermimpi. Mereka memiliki idealisme yang begitu tinggi. Mereka belum terbentur dengan realita. Tapi dengan demikian, mereka tetap menjadi sosok yang menawarkan kebaruan. Rakyat sudah jijik dan mau muntah sakit perut melihat kinerja DPR yang parah itu.

Bayangkan saja dari 40 rencana UU, yang terealisasi hanya 4. Ini adalah kedunguan dan hambur-hambur uang. Mereka digaji 100 persen, buka 10 persen.

Mereka itu adalah orang-orang yang penuh kepentingan. Banyak wakil rakyat di Senayan saat ini yang justru tidak pernah menjadi wakil rakyat sesungguhnya.

Lihat saja itu ada anggota DPR yang malah ingin melemahkan KPK dengan membentuk tim angket KPK. Dari pihak manapun. Baik dari koalisi atau oposisi, sama saja ternyata. Mereka tidak bisa membuat harga dirinya baik. Harga diri mereka buruk.

Mereka tidak pantas menjadi wakil rakyat. Kalau mau lemahkan KPK, sebaiknya lemahkan saja itu Novel Baswedan. Dia tidak cocok di KPK sekarang, penuh kepentingan. Novel sangat sarat kepentingan. Orang ini sudah sulit untuk netral. Tapi lupakan Novel, dia tidak penting.

PSI menawarkan solusi yang baik untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab DPR. DPR harus dibenahi. DPR harus dihancurkan. Selama ini kita tahu bahwa banyak partai dari fraksi manapun yang jadi sampah politik.

Mereka harus dibuang ke tong sampah politik dan digantikan oleh mereka yang masih memiliki semangat. Jangan sampai orang-orang yang sudah jelas-jelas merusak Senayan, terpilih lagi. Kalau mau pilih, pilih yang punya semangat reformasi. Beberapa orang di partai itu banyak yang masih semangat.

Tapi mereka sepertinya terkunci. Idealisme PSI ini sudah sangat baik untuk mengubah.

Exit poll di luar negeri sudah positif berpihak kepada PSI. Sekarang kita tunggu waktu saja, apakah di dalam negeri, PSI bisa menguasai kursi DPR-RI dan DPR-D? Atau berbeda?

Tapi menurut pandangan Presiden Joko Widodo, PSI sekarang harus optimis, masih ada waktu 3 hari lagi. Gencarkan di jaringan pribadi, secara tidak boleh kampanye lagi ya?

Biarkan semua perenungan ini mengendap di dalam diri para rakyat, agar PSI bisa terpilih menjadi pemenang. Jangan sampai PSI tidak lolos, hanya karena ada orang-orang yang punya kepentingan dalam serangan fajar. Pantau semuanya. PSI harus optimis menang.

PSI akan hancurkan Senayan, dan mereformasinya dalam waktu satu periode kepemimpinan Jokowi. DPR dan Presiden harus bisa bekerja sama, bukan seperti Prabowo si penyebar hoax Ratna yang malah sleding SBY yang sedang sedih itu.

Kita butuh menendang Fadli Zon dan Fahri Hamzah dari kursi DPR. Jangan sampai DPR di 2019, seperti DPR di 2014 yang partai-partai nya sarat kepentingan. Kita butuh kebaruan. Kita menangkan Jokowi dan PSI di hari yang sama!

Begitulah satu-satu dan sebelas.

sumber: seword.com

Terkini

  • Berita
  • Featured

Anak Buah @Aniesbaswedan Tak Tahu Felix Siauw Gembong HTI, Netizen: yang dari Kampung Aja Bisa Melihat Dunia

Seorang netizen mengomentari sebuah artikel berjudul "Kepala BKD DKI Tak Tahu Felix Siauw Pernah di HTI: Kita Tahunya Dia Ustaz"…

11 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Ahmad Fanani Tersangka Dana Kemah, Apakah Jubir BPN @Dahnilanzar Akan Menyusul?

Seorang netizen membagikan sebuah artikel berjudul "Polisi Tetapkan Eks Bendahara Pemuda Muhammadiyah Tersangka Dana Kemah" yang tayang di situs Detik.com…

12 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Bodoh bin Bebal! Abdullah Hehamahua Sebut Aksi di MK Tak Ada Urusan dengan Prabowo

Seorang netizen membagikan artikel berjudul "Abdullah Hehamahua: Aksi di MK Tak Ada Urusan dengan Prabowo, Ini soal NKRI" yang tayang…

13 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Makin Jelas @Aniesbaswedan Buka Pintu Balai Kota untuk Ormas Terlarang

Seorang netizen membagikan sebuah artikel berjudul "Dibilang Batal, Begini Suasana Ceramah Felix Siauw di Masjid Pemprov DKI" yang tayang di…

13 jam lalu
  • Berita
  • Featured

GP Ansor ‘Grebek’ Kajian Gembong HTI Felix Siauw di Masjid Balaikota

Seorang netizen membagikan sebuah video anggota Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) yang mendatangi Balai Kota DKI Jakarta untuk membubarkan ceramah Felix…

15 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Terbongkar! @YuanaRyanTresna Ustad HTI, ASN di UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Viral cuitan dari Rais Syuriah PCNU Australia Nadirsyah Hosen atau dikenal Gus Nadir yang membongkar kedok seorang pengasong khilafah. Lewat akun twitter @na_dirs,…

15 jam lalu