Kategoti: Berita Featured

Goblok! BPN Ancam Tuntut Lembaga Survei Menangkan Jokowi Selisih 20% Bila Beda dengan Pilpres

Share

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan mencatat lembaga-lembaga survei yang memenangkan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dengan selisih di atas 20 persen dalam hasil surveinya.

BPN akan menuntut lembaga survei tersebut jika hasilnya tidak sama dalam Pilpres 2019 nanti.

“Kita catat seluruh lembaga survei yang bilang Pak Jokowi menang di atas 20 persen. Kalau nanti nggak sama di atas 20 persen, kita tuntut mereka,” kata juru bicara BPN Andre Rosiade usai menghadiri rilis survei Indo Barometer di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2019).

“Karena menurut prediksi kami, yang insyaallah Pak Prabowo menang, tapi siapa pun yang menang akan seperti 2014 lalu, sangat tipis dan sangat ketat. Itu yang terjadi. Wartawan juga sikapi kepada lembaga survei yang suka eror,” imbuhnya.

Andre mencontohkan perolehan suara pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah pada pilgub Jawa Tengah yang melenceng jauh dari berbagai lembaga survei. 

“Jadi LSI Denny JA itu di pilkada Jawa Tengah itu erornya 217 persen, Charta Politika erornya 203 persen, Litbang Kompas erornya 174 persen, Indikator erornya 76 persen, Indo Barometer erornya 75 persen, SMRC erornya 80 persen. Jadi mereka sering eror gitu lho. Dan mereka insyaallah akan eror juga di Pilpres 2019 ini,” ujar Andre.

Politikus Gerindra ini menganggap lembaga survei membangun narasi pihak yang menang dengan angka tebal. Ia lalu mempertanyakan bagaimana pertanggungjawaban lembaga-lembaga survei yang hasilnya ternyata salah saat perhitungan suara sebenarnya.

“Jadi kita harus mulai objektif, mulai rasional, dan mulai kritis. Mereka seenak perutnya sebelum pemilu, sebelum pilkada bilang ini menang, ini menang, dengan angka tebal untuk membangun narasi dan membangun opini. Tapi setelah hasilnya selesai mereka tidak bertanggung jawab. Baru pas quick count mereka baru beneran keluarin hasilnya,” ucap Andre.

“Tapi bagaimana pertanggung jawaban orang yang membangun narasi selama berbulan-bulan bahwa seseorang akan menang. Lalu mereka akan cuci piring, cuci badan, cuci tangan pas quick count. Ini harus menjadi PR kita juga ke depan untuk mengevaluasi lembaga-lembaga survei,” lanjutnya.

Andre mencontohkan sikap lembaga survei Polmark yang mengakui bahwa survei mereka dibiayai oleh PAN. Ia pun meminta lembaga survei lain untuk berani jujur jika lembaga surveinya menjadi konsultan pemenangan salah satu kandidat.

“Kalau memang Anda menjadi konsultan pemenangan kandidat tertentu, Anda harus jujur. Contoh, Polmark jujur mereka bilang ‘kami melakukan survei dibiayai oleh PAN, kami punya kontrak dengan PAN’, itu lebih objektif daripada lembaga-lembaga survei yang tidak berani jujur mengungkapkan mereka merupakan bagian tim pemenangan kandidat tertentu,” pungkasnya.

sumber: detik.com

Terkini

  • Berita
  • Featured

Modar! Daerah yang Dibilang Saksi Penuh Kecurangan, Justru 02 yang Menang

Viral unggahan video dari netizen yang menunjukan kebodohan saksi dari Prabowo-Sandiaga Uno. Dalam video tersebut tampak Saksi yang dihadirkan tim Prabowo Subianto-Sandiaga…

9 jam lalu
  • Featured
  • Opini

Viral! @Aniesbaswedan di Ujung Tanduk

Pemprov DKI Jakarta membantah keluarnya IMB harus menunggu Dua Raperda yaitu, Raperda tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara…

10 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Mantap! Hakim Enny Nurbaningsih ‘Bantai’ Keterangan Palsu Saksi BPN

Seorang netizen menulis cuitan yang berisi pujian untuk Anggota hakim konstitusi Enny Nurbaningsih yang meminta tim hukum pasangan capres nomor…

11 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Soal IMB Reklamasi, Ahok Samakan @AniesBaswedan dengan Terpidana Suap Sanusi yang Tolak Kontribusi 15 Persen

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mempertanyakan langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menerbitkan izin mendirikan…

12 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Ahok Bongkar Kebohongan Anies, Pergub 206 tahun 2016 Tak Bisa Terbitkan IMB Pulau Reklamasi

Viral di sosial media facebook artikel berjudul "Ahok Komentari Keputusan Anies Terbitkan IMB Pulau Reklamasi" yang tayang di situs Kompas.com.…

14 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Viral Flashmob Tari di Yogyakarta, Netizen: Harus Dipelihara, Bukan Ikut-ikutan Budaya Kearab-araban

Seorang netizen mengunggah sebuah video beberapa anak muda Yogyakarta yang kompak menarikan tarian tradisional di salah satu jalan Kota Pelajar…

14 jam lalu