Kategoti: Berita Featured

PARAH! Gunakan Kedok PA 212, HTI Giring Opini agar Masyarakat Tidak Percaya Polisi

Share

Melek Politik – Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98), Willy Prakarsa, menilai, ada upaya massa tergabung Persaudaraan Alumni (PA) 212 Solo Raya ingin mendelegitimasi lembaga kepolisian.

Menurutnya, hal tersebut dikarenakan PA 212 menuding kepolisian berusaha menghalagi para peserta aksi hadir ke tabligh akbar, padahal acara tersebut belum mengantongi izin resmi dari Kepolisian.

“Ini ada upaya mendelegitimasi kepolisian. Tak bisa dipungkiri kalau massa ini kebanyakan dari ormas yang dibubarkan, yaitu HTI. Ada skenario khusus untuk menggiring opini agar masyarakat tidak percaya pada Kepolisian. Kenapa jadi Polisi kena getahnya, kan kalian tak patuh aturan. Stop kambing hitamkan polisi, jangan mendramatisir keadaan,” ujar Willy Prakarsa di Jakarta, Senin (14/1).

“Sudahlah jangan bikin hoaks lagi, seolah-olah terdzolimi tak boleh ikut pengajian. Acara itu ilegal, tak ada izin. Itu pun bukan pengajian tapi kegiatan politik arahnya ke 02,” imbuhnya.

Willy mengingatkan, agar para peserta maupun panitia acara bisa taat pada aturan yang berlaku. Menurutnya, pemberitahuan dan perizinan itu berbeda, apalagi jumlah peserta ribuan dari berbagai daerah.

“Ini harus dicamkan. Sebagai warga negara yang baik dan muslim yang baik, harusnya kalian taat aturan. Bukan malah bentak-bentak Polisi yang bertugas, lantas memojokkan polisi yang bertugas seolah-olah mereka menghalangi acara tabligh akbar kalian. Yang polisi lakukan itu mengamankan agar situasi berjalan kondusif, apalagi acara itu ilegal tak kantongi izin,” tuturnya.

Lebih jauh, Willy menyarankan, agar panitia acara bisa belajar patuh aturan tentang izin keramaian. Pasalnya, dalam acara tersebut membawa ribuan massa dan membawa misi politik terlebih ada orgranisasi yang pernah dibubarkan.

“Gimana mau taat peraturan. ormasnya saja dibubarkan. Ya mungkin ada dendam kusumat, jadi ditabrak aja itu aturannya,” kata dia lagi.

“Kita lihat saja, acaranya itu bukan pengajian atau ceramah agama tapi kegiatan politik. Isinya provokasi politik. Namanya dendam, apapun dilakukan gimana caranya rezim Jokowi bisa dilemahkan agar rakyat tak lagi percaya. Itu misinya, seolah-olah mereka ini sudah paling Islami,” tuturnya.

Willy pun memastikan, upaya pihak kepolisian melakukan penyekatan sudah tepat lantaran acara tersebut jelas ilegal. Mereka justru ngotot bahwa dalam mengemukakan pendapat hanya pemberitahuan.

“Ada yang gagal paham. Polisi disini hanya menjalankan tugas agar acara itu tidak mengganggu kepentingan masyarakat lain. Kami yakin ada kepentingan politik 02 di belakangnya untuk mendelegitimasi Polri. Sudah paham lah, masyarakat sudah cerdas apa maksud kalian,” kata Willy.

“Kami sarankan lengkapi dulu syarat-syarat aturan izin keramaian, jangan sok ngatur polisi. Junjungan kalian belum jadi saja sudah ngatur-ngatur polisi, dan gak patuh aturan, gimana kalau capres idolanya menang,” pungkasnya.

sumber: jitunews.com

Terkini

  • Berita
  • Featured

Viral! Butuh Dana untuk Operasi, Netizen Doakan Trinity dan Alvaro Korban Bom Gereja Samarinda 2016

Seorang netizen menulis cuitan mengingatkan masyarakat pada korban serangan bom di Gereja Oikumene, Samarinda, Minggu (13/11/2016) pagi. Saat itu korban…

15 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Ngakak! Tim Prabowo Gunakan Link Berita dari Media Abal-abal

Kuasa Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Denny Indrayana bersikukuh tautan berita media massa online yang digunakan kubunya untuk mempermasalahkan kemenangan Jokowi- Ma'ruf Amin sah dan bisa menjadi bukti…

15 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Viral! Apa Kabar Kontribusi Tambahan Reklamasi 15 Persen

Viral di twitter kultwit dari akun @PartaiSocmed yang menguliti kontribusi tambahan 15 terkait reklamasi Teluk Jakarta. Begini isinya: "Sekarang sedang…

16 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Keberpihakan Anies, Bongkar Bangunan Rakyat Miskin, Proyek Reklamasi Sudah Disegel Malah Dikasih IMB

Seorang netizen membagikan ke twitter sebuah artikel berjudul "Jumlah Bangunan Tanpa IMB Dibongkar di Jakarta Barat Lebih 500 Bangunan Tiap…

17 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Artikelnya Dicatut Kubu Prabowo, Prof Australia: Saya Tak Bilang Jokowi Otoriter

Seorang netizen menulis cuitan mengomentari artikel berjudul "Prof Australia Protes Keras Dikutip Prabowo: Saya Tak Bilang Jokowi Otoriter " yang…

17 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Berubah jadi kampret, Mantan Penasihat KPK Jadi Korlap Demo di Depan MK

Seorang netizen membagikan sebuah artikel berjudul "Mantan Penasihat KPK Jadi Korlap Demo di Depan MK" yang tayang di situs Kumparan.com,…

19 jam lalu