Kategoti: Berita Featured

PARAH! Kubu @Prabowo-@SandiUno Catut Foto @Nurmantyo_Gatot

Share

Pada baliho peresmian Posko Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, terdapat foto Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Dari pantauan TribunSolo.com, foto Gatot yang merupakan mantan Panglima TNI itu, terlihat di bagian atas lantai III mengarah ke Jalan Letjen Suprapto.

Foto orang sempat digadang-gadang menjadi bakal calon presiden (capres) tersebut, masih menggunakan atribut lengkap tentara bertopi bintang empat.


Foto Gatot Nurmantyo di Posko BPN Prabowo-Sandi di Solo (TribunSolo.com/Asep Abdullah Rowi)

Namun saat disinggung apakah foto Gatot menandakan dia bergabung ke Prabowo-Sandi, Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso menjawab diplomatis.

“Kalian (wartawan) sudah pinter semuanya,” ungkapnya usai peresmian Posko BPN Prabowo-Sandi hanya berjarak ratusan meter dari kediaman Presiden Jokowi di Jalan Letjen Suprapto, RT 03 RW 08 Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jumat (11/1/2019).

Menurut Djoksan sapaan akrabnya, dalam negara demokrasi setiap orang memiliki hak untuk mementukan pilihannya.

“Selama ini baik-baik saja, mau membantu saya boleh, mau memilih 01 juga boleh,” aku dia.

Djoksan menegaskan, jika saat Gatot masih menjadi anggotanya dalam tubuh TNI, sebagai senior telah menjelaskan tugas dan kewajibannya dengan baik.

“Memasuki politik saat ini, bebas-bebas saja,” terang dia.

Ingin Kalahkan Jokowi di kampungnya

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi diprediksi mengincar kemenangan di tempat pemungutan suara (TPS) di dekat kediaman Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Pengamat Politik dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto, pendirian Sekretariat Nasional (Seknas) dan Posko BPN di dekat kediaman Jokowi menargetkan sesuatu.

“Siapa tahu di TPS kawasan rumah Jokowi suaranya kalah, salah satunya targetnya itu,” terang dia kepada TribunSolo.com, Kamis (10/1/2019).

“Itu akan mempengaruhi opini publik secara nasional, jika Jokowi kalah di kampungnya sendiri,” jelasnya menegaskan.

Namun menurut dia, mematahkan suara Jokowi di kampungnya tidak semudah yang dipikirkan.

Dikatakan, selain bertarung di “rumah” orang nomor satu di Indonesia itu, di Solo juga dikenal dengan pemilih loyal.

“Hanya akan mempengaruhi pemilih mengambang (undecided voter) yang menentukan pilihan terutama pemilih muda di perkotaan,” katanya.

“Tapi jumlahnya tidak signifikan.”

Dia menambahkan, hanya saja starategi itu tetao menganggu psikologi pemilih Jokowi dan juga Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf.

“Tim Jokowi mungkin tidak menyangka strategi kepung rumahnya (Jokowi) ini digunakan kubu Prabowo,” ungkapnya.

Strategi lemahkan lawan

Strategi yang digunakan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi dengan mendirikan Sekretariat Nasional (Seknas) dan Posko BPN di deket kediaman Joko Widodo (Jokowi) dinilai sebagai bentuk propaganda untuk melemahkan lawan.

Agus Riewanto memaparkan, strategi itu dalam psikologi politik tentara yang dikenal dengah psywar, bertujuan sebagai bentuk propaganda untuk melemahkan lawan.

“Jadi dengan cara berada langsung di lokasi dimana lawan (Jokowi) berada di situ (Sumber),” paparnya kepada TribunSolo.com, Kamis (10/1/2019).

Bahkan lanjut Dosen Hukum Tata Negera itu menerangkan, strategi mengepung kediaman Jokowi juga dimaksudkan untuk menunjukkan kepada publik jika Djoko Santoso sebagai orang asli Solo, mampu mempengaruhi pemilih di Solo.

“Jadi pertanggungjawaban Djoko Santoso sebagai Ketua BPN Prabowo-Sandi, juga untuk menunjukkan loyalitasnya kepada kubu Prabowo,” terang dia.

Dia menambahkan, keberadaan Seknas yang hanya berjarak 1 km dan Posko BPN berjarak 300-400 meter dari kediaman Jokowi, diduga untuk melihat langsung gerak-gerik pemilih di Solo.

“Isu-isu apa yang hangat diperbincangkan publik di Solo, untuk merancang desain politik sehingga ditargetkan bisa mempengaruhi pilihannya pada Prabowo,” ungkapnya.

Sebelumnya, Posko Seknas Pemenangan Prabowo-Sandi Solo Raya yang hanya berjarak satu Km dari kediaman Presiden Jokowi (Sumber, Solo) diresmikan Sandiaga S Uno dan sejumlah tokoh, Minggu (30/12/2018) sore.

Sementara Posko BPN Prabowo-Sandi yang hanya berjarak 300-400 meter dari kediaman Jokowi di Jalan Letjen Suprapto, RT 03 RW 08 Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, bakal diresmikan Jumat (11/1/2019).

sumber: tribunnews.com

Terkini

  • Berita
  • Featured

Viral! Butuh Dana untuk Operasi, Netizen Doakan Trinity dan Alvaro Korban Bom Gereja Samarinda 2016

Seorang netizen menulis cuitan mengingatkan masyarakat pada korban serangan bom di Gereja Oikumene, Samarinda, Minggu (13/11/2016) pagi. Saat itu korban…

14 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Ngakak! Tim Prabowo Gunakan Link Berita dari Media Abal-abal

Kuasa Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Denny Indrayana bersikukuh tautan berita media massa online yang digunakan kubunya untuk mempermasalahkan kemenangan Jokowi- Ma'ruf Amin sah dan bisa menjadi bukti…

14 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Viral! Apa Kabar Kontribusi Tambahan Reklamasi 15 Persen

Viral di twitter kultwit dari akun @PartaiSocmed yang menguliti kontribusi tambahan 15 terkait reklamasi Teluk Jakarta. Begini isinya: "Sekarang sedang…

14 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Keberpihakan Anies, Bongkar Bangunan Rakyat Miskin, Proyek Reklamasi Sudah Disegel Malah Dikasih IMB

Seorang netizen membagikan ke twitter sebuah artikel berjudul "Jumlah Bangunan Tanpa IMB Dibongkar di Jakarta Barat Lebih 500 Bangunan Tiap…

16 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Artikelnya Dicatut Kubu Prabowo, Prof Australia: Saya Tak Bilang Jokowi Otoriter

Seorang netizen menulis cuitan mengomentari artikel berjudul "Prof Australia Protes Keras Dikutip Prabowo: Saya Tak Bilang Jokowi Otoriter " yang…

16 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Berubah jadi kampret, Mantan Penasihat KPK Jadi Korlap Demo di Depan MK

Seorang netizen membagikan sebuah artikel berjudul "Mantan Penasihat KPK Jadi Korlap Demo di Depan MK" yang tayang di situs Kumparan.com,…

18 jam lalu