Kategoti: Berita Featured

SAKIT JIWA! Pentolan Relawan @Prabowo Buat dan Sebar HOAKS Ditangkap, @Gerindra Fitnah Polisi Lakukan Kriminalisasi

Share

Melek Politik – Partai Gerindra akan membuat perlawanan menyusul penangkapan Ketua Umum Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo Presiden, Bagus Bawana Putra.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono penangkapan tersebut merupakan upaya kriminalisasi.
“Akan kita lawan ini sudah kriminalisasi,” ujar Arief saat dikonfirmasi Tribun, Selasa (8/1/2019).

Arief sendiri mengaku belum mengetahui secara persis kabar tersebut, namun ia sangat menyayangkan penangkapan tersebut.

Menurutnya polisi harusnya menangkap sumber utama dari adanya kabar tujuh kontainer berisi surat suara yang sudah dicoblos.

Sumber utama yang dimaksud Arief adalah adanya suara rekaman yang memberitahukan penemuan tujuh kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok berisi surat suara yang sudah dicoblos.

Suara rekaman tersebut awalnya memang tersebar di media sosial kemudian membuat gaduh.

Beberapa orang juga ikut mempertanyakan kebenaran kabar tersebut termasuk Wakil Sekjen partai Demokrat Andi Arief.

“Sumber utamanya yang harusnya dipidanakan,” ujar Arief.

Lebih jauh Arief menjelaskan, dalam hal ini polisi juga harus mengerti dasar hukum terkait media sosial dan media massa mindstream.

“Kalau ada sumber ngomong di media massa mainstream, koran atau media online lalu loper koran menjual, apa loper korannya harus ditangkap juga karena dia yang menyebarkan? Kalau sumber di media online, media sosial berbicara, mempertanyakan masa ikut ditangkap, sementara sumber utamanya tidak. Polisi harusnya mengerti dasar hukumnya apa maknanya media sosial dan media mindstream,” kata Arief.

Saat ditanyakan apakah partai Gerindra akan datang ke Bareskrim mabes Polri dan memberikan bantuan hukum nantinya, Arief menyerahkan sepenuhnya hal itu kepada divisi hukum partai Gerindra.

“Biasanya nanti Habiburokhman,”ujarnya.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo membenarkan telah diamankannya kreator dari hoax 7 kontainer surat suara tercoblos.

Dedi mengatakan kreator itu berhasil diringkus di Bekasi, Jawa Barat.

Kini, yang bersangkutan disebut tengah menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri.

“Benar telah diamankan satu orang di Bekasi dan saat ini dalam pemeriksaan di Bareskrim Polri,” ujar Dedi, saat dikonfirmasi, Selasa (8/1).

Namun demikian, saat ditanya seputar identitas kreator hoax tersebut, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu enggan menjelaskan secara rinci.

Dedi mengatakan rilis terhadap informasi itu akan dilakukan secara lengkap Rabu (9/1) oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal.

“Besok pagi press con oleh pak Kadiv,” ujarnya.

Informasi yang diperoleh yang ditangkap polisi tersebut adalah Ketua Umum Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo Presiden, Bagus Bawana Putra.

“Inisialnya B,” ujar seorang sumber di internal kepolisian.

Bagus merupakan tersangka keempat dalam kasus ini.

Sebelumnya, polisi sudah menetapkan tiga tersangka, yakni HY, LS, dan J.

Ketiga orang tersebut diduga berperan salam menerima konten hoaks tanpa mengonfirmasi kebenaran isi konten dan langsung menyebarkannya melalui akun Facebook.

Tersangka kemudian menyebarkannya di percakapan grup dalam aplikasi WhatsApp. Meski ditetapkan sebagai tersangka, ketiganya tidak ditahan.

Hoax kontainer surat suara memancing gaduh publik. Sejumlah elite di dua poros Pilpres saling tuding.

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengaku telah melakukan identifikasi dan penelusuran akun yang menyebarkan hoax.

Pelaksana tugas Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan hasil identifikasi menunjukkan bahwa hoax tujuh kontainer surat suara pertama kali muncul pada 1 Januari 2019 pukul 23.35 WIB lewat media sosial.

Selanjutnya, informasi mengenai tujuh kontainer surat suara yang belum tercoblos tersebar ke sejumlah akun.

Kemkominfo sendiri telah menyerahkan hasil identifikasi dan temuan analisis dari Mesin AIS Sub Direktorat Pengendalian Ditjen Aptika ke pihak Bareskrim Polri pada Kamis (3/1) pukul 15.00 WIB.

Seperti diketahui, terkait hoax 7 kontainer surat suara tercoblos, kepolisian telah mengamankan 3 orang yang disebut sebagai penyebar hoaks tersebut.

Tiga orang itu berinisial HY, LS, dan J dan ditangkap ditempat berbeda dan terpisah. Ketiganya memiliki peran yang sama yakni menerima konten tanpa mengklarifikasi terlebih dahulu dan langsung menyebarkannya di medsos.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan tim Siber tengah fokus memburu dua peran yang terlibat dalam hoax ini.

Pertama adalah memburu kreator atau pembuat konten hoaks.

Kedua, yakni memburu orang yang pertama kali menyebarkan hoaks dan viral atau yang biasa disebut buzzer.

“Fokus utama tim siber ini adalah kreator dan buzzernya. Karena kreator adalah yang paling bertanggungjawab membuat berita hoax tersebut. Kemudian buzzer memiliki tugas dia memviralkan pertama kali ke seluruh akun media sosial, kemudian diikuti oleh akun-akun masyarakat tanpa mengkonformasi tanpa mengklarifikasi,” ujar Dedi.

Bukan Relawan Prabowo-Sandi

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menegaskan tersangka pembuat hoaks surat suara tercoblos adalah bukan relawan Prabowo-Sandi.

“Saya kira tidak ada tuh nama relawan kami yang terdaftar atas nama itu atau organisasinya,” kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (9/1/2019).
Fadli meminta polisi untuk mencari informasi akurat mengenai hal ini.

Dia juga menolak jika ada yang mengaitkan kasus tersebut dengan kubu Prabowo -Sandi.

“Jadi dalam soal-soal yang seperti itu kami berharap ada informasi yang akurat. Jangan kemudian mereduksi atau menarget itu sebagai bagian dari tim kami. Saya kira tidak ada, yang sudah kita telusuri tidak ada atas nama itu,” kata Fadli.

Wakil Ketua DPR RI itu mengaku kubu Prabowo -Sandi kerap dirugikan dengan kasus-kasus hoaks yang terjadi belakangan ini.

Ia berharap penegakkan hukum dilakukan tanpa pandang bulu.

“Kami sampaikan bahwa selama ini kami yang dirugikan dalam banyak hal, termasuk isu penegakan hukum termasuk hoaks ini selalu tumpul kepada pihak yang dianggap dekat dengan penguasa tapi tajam terhadap oposisi atau pihak yang kritis terhadap pemerintah,” tandasnya.

Komentar Demokrat

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin mengatakan, partainya berharap kepolisian bersikap profesional dalam menangani pelaporan terhadap Wakil Sekretaris Jenderal Andi Arief.

Andi Arief dilaporkan atas dugaan penyebaran hoaks 7 kontainer surat suara pemilu yang sudah dicoblos.

“Saya kira kepolisian tidak usah menyasar Andi Arief. Saya kira aparat tidak perlu bermain politik lah. Jalankan saja tugas menjaga tegaknya hukum dan ketertiban. Rakyat akan berterima kasih kok. Tidak perlu mereka ikut cawe-cawe menyenangkan salah satu pasangan,” ujar Amir melalui sambungan telepon, Jumat (4/1/2019).

Ia mengatakan, Demokrat berpandangan twit yang diunggah Andi Arief bukan penyebaran hoaks.
Sebaliknya, menurut Amir, twit Andi mendorong agar kepolisian menyelidiki benar atau tidaknya kabar tersebut.

“Di dalam dirinya ada rasa tanggung jawab untuk mengingatkan. Kalau umpamanya kabar itu hoaks, sudah terbukti hoaks, ya Alhamdulilah, kita bersyukur dan berterima kasih kepada aparat yang melakukan langkah awal penyelidikan,” lanjut Amir.

Informasi tentang adanya 7 kontainer surat suara pemilu tercoblos itu mulai beredar sejak Rabu (2/1/2019) sore.

Pada Rabu malam, melalui akun Twitter-nya, @AndiArief_, Andi menuliskan,

“Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yg sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya karena ini kabar sudah beredar”.

Namun, twit ini tak lagi ditemukan. Andi belum memberikan jawaban ketika ditanya soal twit yang dihapus ini.

Pada Rabu malam itu pula, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) langsung mengecek berkas bersama Bawaslu dan Bea dan Cukai di Kantor Bea Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Setelah dicek, KPU menyatakan kabar tersebut bohong. KPU juga membantah kabar yang menyebut KPU telah menyita satu kontainer yang berisi surat suara yang sudah dicoblos.

KPU hingga saat ini belum memproduksi surat suara. Surat suara itu rencananya baru akan diproduksi pertengahan Januari 2019.

Melalui akun Twitter-nya, Andi menuliskan kembali pendapatnya mengenai ini. Dia mengapresiasi Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu yang langsung mengecek kabar tersebut.

Sumber: tribunnews.com

Terkini

  • Berita
  • Featured

Viral! Butuh Dana untuk Operasi, Netizen Doakan Trinity dan Alvaro Korban Bom Gereja Samarinda 2016

Seorang netizen menulis cuitan mengingatkan masyarakat pada korban serangan bom di Gereja Oikumene, Samarinda, Minggu (13/11/2016) pagi. Saat itu korban…

14 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Ngakak! Tim Prabowo Gunakan Link Berita dari Media Abal-abal

Kuasa Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Denny Indrayana bersikukuh tautan berita media massa online yang digunakan kubunya untuk mempermasalahkan kemenangan Jokowi- Ma'ruf Amin sah dan bisa menjadi bukti…

14 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Viral! Apa Kabar Kontribusi Tambahan Reklamasi 15 Persen

Viral di twitter kultwit dari akun @PartaiSocmed yang menguliti kontribusi tambahan 15 terkait reklamasi Teluk Jakarta. Begini isinya: "Sekarang sedang…

15 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Keberpihakan Anies, Bongkar Bangunan Rakyat Miskin, Proyek Reklamasi Sudah Disegel Malah Dikasih IMB

Seorang netizen membagikan ke twitter sebuah artikel berjudul "Jumlah Bangunan Tanpa IMB Dibongkar di Jakarta Barat Lebih 500 Bangunan Tiap…

16 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Artikelnya Dicatut Kubu Prabowo, Prof Australia: Saya Tak Bilang Jokowi Otoriter

Seorang netizen menulis cuitan mengomentari artikel berjudul "Prof Australia Protes Keras Dikutip Prabowo: Saya Tak Bilang Jokowi Otoriter " yang…

16 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Berubah jadi kampret, Mantan Penasihat KPK Jadi Korlap Demo di Depan MK

Seorang netizen membagikan sebuah artikel berjudul "Mantan Penasihat KPK Jadi Korlap Demo di Depan MK" yang tayang di situs Kumparan.com,…

18 jam lalu