Kategoti: Berita Featured

Viral! Netizen Kritik @Gerindra yang Ingin Giring Opini Pemerintah Licik Terkait E-KTP Palsu di Pasar Pramuka

Share

Melek Politik – Seorang netizen pengguna twitter mengomentari cuitan dari admin akun Partai Gerindra yang menulis “2. Terungkapnya penjualan blangko E-KTP di Pasar Pramuka, Jakarta harus menjadi perhatian serius bagi kita semua. #PeriksaDPT.”

Netizen pemilik akun @bangzul_1988 mengatakan “Min @Gerindra ini kasus oknum pembuat KTP palsu. Dan itu banyak, bukan cuma di pasar pramuka. Dan yang harus ente tau, pemegang KTP ini tidak akan lolos untuk ikut pemilu, pilgub atau pilkada karena KTP ini tidak terdaftar. Biasanya orang yang buat KTP ini hanya untuk mendapat pengakuan. Next👇”

“Pengakuan disini maksudnya > bagi org2 yg tidak mempunyai identitas diri. Seperti pendatang dr luar daerah yg tidak mempunyai KTP di daerah tersebut. Kdg ada juga masyrakat yg tdk ada identitas diri memanfaatkan KTP ini utk melamar pekerjaan. Sperti pekerja proyek, pedagang dllsb,” ungkap Zulkarnaini nama dari pemilik akun twitter tersebut.

“Jadi jangan mimin @Gerindra ingin menggiring opini masyrakat bahwa kasus tersebut adalah bagian dari kejahatan rezim untuk meraih kemenangan di pilpres 2019. Kasus tersebut murni kriminal pemalsuan identitas KTP yang dilakukan oleh oknum. Karena memang itu profesianya..”

Sebagai penutup netizen itu menyebut Partai Gerindra sengaja ingin menyesatkan masyarakat.

“Jelas, si pelaku tersebut selain menerima pembuatan KTP palsu, juga menerima pembuata jasa ijazah palsu. Cuitan ente jelas-jelas ingin menyesatkan min @Gerindra ya 😁 bisa aja saya gugling menelusuri kasus pembuatan KTP palsu yang kata mimin kejadiannya di Pasar Pramuka ini min.. 👇”

Sebelumnya ramai diberitakan Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono, meminta pemerintah segera menyelesaikan temuan blangko e-KTP dijual secara online. Sebab, bocornya dokumen negara tersebut rawan disalahgunakan dalam pemilu.

“Jangan sampai nanti ada DPT siluman di pemilu akibat pemerintah tidak becus membereskan persoalan e-KTP. Pemerintah harus segera selesaikan kasus ini. Jangan sampai dokumen negara disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu di pemilu,” kata Ferry dalam keterangannya, Jumat (7/12).

Ferry heran, blangko e-KTP asli dengan spesifikasi resmi milik pemerintah bisa beredar di pasaran. Padahal, blangko e-KTP tidak boleh bocor karena merupakan dokumen negara yang memuat data identitas WNI yang sudah memiliki hak pilih di pemilu.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini meminta KPU mengantisipasi potensi terjadinya penggelembungan DPT pemilu 2019 sebagai buntut dari kebocoran blangko e-KTP.

“Kita harus pastikan DPT pemilu 2019 akurat. DPT ini kan basisnya data kependudukan. Kalau blangkonya bocor, bisa jadi data kependudukannya tidak akurat,” ucap Ferry.

Lebih lanjut, Ferry meminta semua pihak untuk memberikan atensi khusus terhadap data pemilih. Sebab, data pemilih akan menentukan legitimasi pemilu 2019.

“Soal data pemilih ini kan prinsip. Kalau pesta demokrasinya berlangsung lancar, tertib, berkualitas, tapi kalau datanya nggak bener kan jadi bermasalah,” katanya.

Pemerintah Tak Profesional Kelola Data Kependudukan

Terpisah, Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Harryadin Mahardika, menilai temuan blangko e-KTP dijual online bentuk ketidakprofesionalan pengelolaan KTP sebagai salah satu dokumen identitas diri paling penting bagi masyarakat Indonesia.

“Dasar dari gunung es tersebut sebenarnya adalah kurang kuatnya prosedur (SOP) pengamanan dokumen dan blangko E-KTP. Muncul pertanyaan, untuk apa seorang ASN membawa blangko E-KTP kosong ke rumah? Apakah tidak ada larangan dan panduan mengenai hal tersebut? Jika di tingkat aparatur saja pengawasannya sedemikian lemah, bagaimana dengan pengawasan di percetakan dan distribusinya?” kata Harryadin kepada wartawan, Jumat (7/12).

Harryyadin mengatakan, adanya blangko kosong e-KTP yang dijual bebas di pasaran menyiratkan bahwa pemerintah gagal memahami KTP yang merupakan nyawa bagi rakyat. Pasalnya, dalam KTP ada kredibilitas dan reputasi seseorang. Bila bisa dipalsukan dan disalahgunakan, kehidupan orang tersebut bisa hancur.

“Siapa kini yang bisa menjamin tidak ada lebih banyak lagi blangko kosong yang jatuh ke tangan orang yang berniat jahat? Bisa saja lalu digunakan untuk melakukan kejahatan finansial dan perbankan, atau kejahatan-kejahatan lain,” ujarnya.

Politikus Partai Gerindra ini menyebut, keamanan keseluruhan sistem e-KTP adalah utama dan tidak bisa ditawar. Dia ingin pemerintah segera memaparkan rencananya untuk memperbaiki program e-KTP yang sering diliputi oleh masalah ini.

Haryadin menambahkan, banyak potensi kerugian yang akan muncul akibat pemalsuan e-KTP. Imbasnya tak hanya terkait isu politik, hukum, dan demokrasi semata, melainkan terkait erat dengan isu ekonomi dan bisnis.

Dia pun memperkirakan, bahwa setiap 1.000 jumlah pemalsuan e-KTP yang berhasil dilakukan, kerugian ekonomi yang ditanggung dunia usaha setara sekitar dengan satu miliar rupiah per-tahun. Kerugian tersebut, kata dia, akan lebih besar jika dugaan bahwa e-KTP palsu ternyata digunakan oleh para tenaga kerja asing dan imigran ilegal yang masuk ke Indonesia bisa dibuktikan.

“Setiap 1.000 warga negara asing (WNA) yang bekerja dan berusaha di Indonesia secara ilegal bisa mengurangi penerimaan yang seharusnya dinikmati oleh pekerja dan pengusaha lokal sebesar seratus miliar Rupiah per-tahun,” jelas Harryadin.

Oleh karenanya, Haryadin mendorong adanya perbaikan sistem, transparansi dan audit menyeluruh. Dia minta tiga hal tersebut segera dilakukan untuk menunjukkan kesungguhan pemerintah guna menjaga dan melindungi data dan privasi rakyatnya.

“Dengan pesta demokrasi yang semakin dekat, keamanan sistem e-KTP tersebut semakin relevan dan penting. Rakyat menanti keberpihakan aparatur dan birokrasi terhadap kepentingan negara, yaitu penyelenggaraan demokrasi yang bersih, adil dan jujur,” jelas Harryyadin.

[melekpolitik/merdeka.com]

Terkini

  • Berita
  • Featured

Dua Korban Tewas Bukan Karena Tembakan, RSUD Tarakan Tegaskan Tidak Ada Proyektil

RSUD Tarakan mengonfirmasi dua korban meninggal dunia usai kerusuhan yang terjadi di sejumlah titik di Jakarta pada Rabu, (22/5). Kedua…

26 menit lalu
  • Berita
  • Featured

Temukan Amplop Berisi Uang, Polisi Usut Massa Bayaran Pelaku Kerusuhan

Polisi menduga kericuhan yang terjadi pasca bubaran aksi demonstrasi di depan gedung Bawaslu dipicu oleh massa bayaran. Sejumlah amplop berisi…

38 menit lalu
  • Berita
  • Featured

Bajingan! Pelaku Kerusuhan Sengaja Pancing Polisi Masuk Masjid, Nanti Koar-koar Penistaan Agama

Bentrokan antara sekelompok massa dengan polisi terjadi di Petamburan, Jakarta. Polisi membubarkan massa di depan Masjid Jami An Nur dengan…

50 menit lalu
  • Berita
  • Featured

Rusuh 22 Mei Dini Hari By Design, Settingan, Polisi Temukan Amplop Berisi Duit

Polri menyebut kerusuhan dekat Bawaslu dan Jl KS Tubun pada 22 Mei dini hari diduga terorganisir. Polisi menyita sejumlah bukti…

58 menit lalu
  • Berita
  • Featured

Tanggung Biaya Pengobatan Pelaku Kerusuhan, Anies Baswedan Mau Suburkan Kelompok Radikal di DKI Jakarta?

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menanggung biaya perawatan semua korban aksi 22 Mei. Ada pula yang akan ditanggung oleh BPJS.…

1 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Licik dan Licin! Anies Baswedan Jalankan Aksi Tersembunyi untuk Panaskan Jakarta

Seorang netizen menulis cuitan membongkar kebusukan dari Gubernur DKI Jakarta terkait jumlah korban tewas dari aksi demo pendukung Prabowo-sandi jelang…

1 jam lalu