Kategoti: Berita Featured

Obok-Obok Kedaulatan NKRI, PDIP Tuntut Dubes Saudi Diganti Terkait Reuni 212

Share

Melek Politik – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan pernyataan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah al-Shuaibi melanggar kode etik serta prinsip diplomatik.

Hal itu menanggapi cuitan Osama di Twitter mengenai aksi Reuni 212 merupakan reaksi keras terhadap pembakaran bendera tauhid oleh organisasi sesat. Ketua DPP PDIP Hamka Haq menilai Osama telah mencampuri urusan dalam negeri bangsa Indonesia.

“(Osama) telah mencampuri urusan dalam negeri bangsa Indonesia dan melanggar kode etik serta prinsip-prinsip diplomatik,” ujar Hamka dalam keterangan tertulis, Kamis (6/12).

Hamka menuturkan Osama secara implisit telah menuduh Gerakan Pemuda Ansor, selaku organisasi yang bernaung di bawah ormas Islam terbesar di Indonesia PBNU sebagai organisasi yang sesat.

Tuduhan implisit itu, kata dia, berpotensi mengganggu hubungan baik yang selama ini sudah terjalin.

“Bukan hanya antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Kerajaan Saudi Arabia, tetapi juga antara bangsa Indonesia dengan bangsa Saudi Arabia,” ujarnya.

Atas dasar itu, Hamka mengklaim PDIP mendukung sikap tegas PBNU yang meminta Kerajaan Arab Saudi memulangkan dan mengganti Osama.

Ia berkata PDIP meminta Dubes Arab Saudi yang baru memahami kode etik diplomatik dan menghargai, serta tidak mencampuri urusan dan kedaulatan pemerintah Indonesia.

Lebih dari itu, ia menegaskan PDIP meyakini pemerintahan presiden Joko Widodo bekerja responsif dan memegang teguh etika diplomasi politik internasional, serta akan menindaklanjuti sikap dari PBNU.

Sebelumnya, GP Ansor meminta Kementerian Luar Negeri Indonesia menggunakan korespondensi diplomatiknya untuk meminta klarifikasi dan permintaan maaf Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah al-Shuaibi.

Permohonan maaf lantaran cuitan Osama yang menyebut secara tidak langsung GP Ansor sebagai organisasi sesat atas pembakaran bendera tauhid bulan lalu.

“Massa yang berjumlah lebih dari satu juta berkumpul demi menyatakan persatuan umat Islam merupakan reaksi keras terhadap dibakarnya bendera tauhid oleh seorang atau pihak organisasi sesat, menyimpang, kurang lebih sebulan yang lalu,” demikian isi cuitan Osamah yang diterjemahkan oleh GP Ansor.

Artikel ini telah tayang di cnnindonesia.com

Terkini

  • Featured
  • Opini

Mampus! Gerindra Bisa Dibekukan!

HOT NEWS TODAY 19 MEI 2019 GERINDRA DIBEKUKAN? Jika terbukti dgn fakta2 dan data yg valid bahwa Gerindra adalah aktor…

11 jam lalu
  • Berita
  • Featured
  • Video

Ini Video Lieus Sungkharisma Ditangkap Bersama LONTE di Apartemen!

Lieus Sungkharisma ditangkap polisi di apartemen di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Senin 20 Mei 2019. Lieus ditangkap saat sedang…

11 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Bangsat! Saat Ditangkap Lieus Sungkharisma Ternyata Bersama LONTE!

Polisi ternyata melakukan penangkapan terhadap Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma disebuah apartemen yang berada di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.…

13 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Viral, Haikal Hassan Nangis-nangis Pengen Pulang ke Indonesia, tapi Takut Diserok Polisi

Haikal Hassan yang sebelumnya dilaporkan ke pihak berwajib atas tuduhan penyebaran berita bohong (hoax) bertolak ke Arab Saudi dengan alasan…

13 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Saiful Mujani Sebut People Power Mengabaikan KPU Adalah Makar dan Biadab

Saiful Mujani angkat bicara mengenai isu aksi people power yang disebut-sebut digelar pada 22 Mei 2019. Kabarnya, gerakan itu akan…

15 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Mampus! Sok Penting, Lieus Sungkharisma Tak Punya Pengacara, Padahal di Kubu 02 Ada ACTA

Viral cuitan dari seorang netizen mengomentari Lieus Sungkharisma, Koordinator Forum Rakyat. Belum lama ini Lieus diberitakan tidak menghadiri pemanggilan yang…

15 jam lalu