Kategoti: Berita Featured

Kacau! Bawaslu Masuk Angin, Buat Kesimpulan Prematur Soal Reuni 212 tidak Melanggar Aturan

Share

Melek Politik – Pengamat Politik Boni Hargens menyatakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terindikasi masuk angin dalam menangani kasus dugaan pelanggaran kampanye. Penilaian tersebut merujuk pada pernyataan anggota Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo, yang mengatakan tidak terdapat pelanggaran kampanye dalam Reuni 212 pada Minggu (2/12) lalu.

“Sejauh ini kami melihat Bawaslu bias dan permisif dengan pelanggaran ini. Bawaslu membuat kesimpulan prematur, bahwa Reuni 212 tidak melanggar aturan kampanye,” kata Boni di warung Gado-gado Boplo, Jakarta, Rabu (5/12).

Kesimpulan prematur yang dia maksud, adalah pernyataan Ratna tentang tak adanya pelanggaran kampanye di acara Reuni 212, yang hanya bersandar pada pemantauan yang dilakukan melalui televisi.

Bagi Boni, kesimpulan yang disampaikan mengandung persoalan. Menurutnya, Bawaslu tidak bisa menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan di media.

“Seharusnya Bawaslu melakukan penyelidikan lapangan untuk melakukan evaluasi faktual yang objektif,” kata Boni yang merupakan Direktur Lembaga Pemilih Indonesia.

Boni mengatakan, kesimpulan Bawaslu telah mengabaikan fakta yang terjadi di lapangan. Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya kepentingan praktis, sehingga Bawaslu tidak berlaku obyektif dalam mengevaluasi segala bentuk pelanggaran Pemilu.

Apalagi, tambah dia, keputusan Bawaslu selayaknya disampaikan secara kolektif kolegial, berdasarkan hasil pencermatan bersama.

Menurut Boni, terjadi pengelompokan massa pendukung calon presiden Prabowo Subianto dalam Reuni 212. Selain dihadiri langsung oleh Prabowo, juga terdapat simbol kampanye berupa spanduk dukungan terhadap capres nomor urut 02 tersebut.

“Lebih konkrit lagi, ada pemutaran lagu “2019 Ganti Presiden”, video orasi Rizieq Shihab tentang “tidak boleh memilih partai penista agama”,” katanya.

Menurutnya, bukti-bukti tersebut menunjukkan bahwa kegiatan Reuni 212 telah digeser dari gerakan moral, menjadi bahan kampanye. Hal tersebut, merupakan pelanggaran terhadap pasal 275 dan 276 UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

“Pasal itu menetapkan kampanye dalam bentuk rapat umum dilakukan 21 hari sebelum masa tenang. Jadi ini jelas curi start kampanye,” katanya.

Artikel ini telah tayang di alinea.id

Terkini

  • Featured
  • Opini

Mampus! Gerindra Bisa Dibekukan!

HOT NEWS TODAY 19 MEI 2019 GERINDRA DIBEKUKAN? Jika terbukti dgn fakta2 dan data yg valid bahwa Gerindra adalah aktor…

11 jam lalu
  • Berita
  • Featured
  • Video

Ini Video Lieus Sungkharisma Ditangkap Bersama LONTE di Apartemen!

Lieus Sungkharisma ditangkap polisi di apartemen di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Senin 20 Mei 2019. Lieus ditangkap saat sedang…

11 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Bangsat! Saat Ditangkap Lieus Sungkharisma Ternyata Bersama LONTE!

Polisi ternyata melakukan penangkapan terhadap Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma disebuah apartemen yang berada di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.…

14 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Viral, Haikal Hassan Nangis-nangis Pengen Pulang ke Indonesia, tapi Takut Diserok Polisi

Haikal Hassan yang sebelumnya dilaporkan ke pihak berwajib atas tuduhan penyebaran berita bohong (hoax) bertolak ke Arab Saudi dengan alasan…

14 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Saiful Mujani Sebut People Power Mengabaikan KPU Adalah Makar dan Biadab

Saiful Mujani angkat bicara mengenai isu aksi people power yang disebut-sebut digelar pada 22 Mei 2019. Kabarnya, gerakan itu akan…

16 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Mampus! Sok Penting, Lieus Sungkharisma Tak Punya Pengacara, Padahal di Kubu 02 Ada ACTA

Viral cuitan dari seorang netizen mengomentari Lieus Sungkharisma, Koordinator Forum Rakyat. Belum lama ini Lieus diberitakan tidak menghadiri pemanggilan yang…

16 jam lalu