Kategoti: Berita Featured

Bangsat! @Prabowo Sudah 6 Kali Serang Pers, Wajah Asli Calon Penindas Rakyat!

Share

Melek Politik – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto marah kepada wartawan di panggung acara peringatan Hari Disabilitas Internasional yang digelar di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (5/12).

Ini bukan kali pertama Prabowo marah dan menyinggung wartawan. Dalam catatan yang dilansir dari berbagai media, kasus ini adalah Enam kalinya Prabowo bersinggungan dengan wartawan. Apa saja kasus sebelumnya?

1. Prabowo: Hakim Bisa Disogok, Apalagi Wartawan

Kantor Cabang Partai Gerindra, Kabupaten Garut, Jawa Barat, didemo wartawan media cetak dan elektronik. Aksi itu dipicu pernyataan calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang dianggap menyudutkan media massa. Dia mengatakan, jangan percaya pemberitaan di media massa. Alasannya, wartawan bisa disogok.

Ucapan itu disampaikan Prabowo dihadapan ribuan kader Himpunan Kelompok Tani Indonesia serta pengurus Partai Gerindra di Gedung Intan Balarea, Jalan Patriot, Gaurt, Jumat, 25 Oktober 2013. “Pernyataan Prabowo itu merupakan bentuk pelecehan profesi jurnalis,” ujar Noto Prasetyo Wibowo, wartawan Radar Garut, dalam orasinya di depan kantor Gerindra.

Sebelum melontarkan tuduhannya, Prabowo meminta kader Gerindra dan anggota HKTI menjelaskan kepada masyarakat mana pemimpin yang bersih. Saat ini, menurut Pabowo, hampir Rp 1.000 triliun uang rakyat bocor setiap tahunnya.

“Jangan percaya apa yang disampaikan media-media. Media juga manusia-manusia. Kalau hakim agung-hakim Mahkamah Konstitusi bisa disogok, apalagi wartawan. Sama saja,” ujar Prabowo disambut tepuk tangan kader Gerindra dan HKTI.

Sumber: tempo, Jumat, 25 Oktober 2013.

2. Prabowo Marah pada Berita Satu, Jakarta Globe dan Kompas TV

Calon presiden Prabowo Subianto memarahi beberapa wartawan di rumahnya di Bojong Koneng, Babakan Madang, Jawa Barat. Menurut dia, ada beberapa media yang menampilkan berita yang tidak benar tentang dirinya. “Saya ini sudah cukup lama bersabar,” ujarnya setelah menggunakan hak pilihnya, Rabu, 9 Juli 2014.

Kemarahan Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya itu marah terjadi ketika wartawan dari berbagai media ingin mewawancarai Prabowo. Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu juga meladeni permintaan wawancara terpisah dari Televisi Republik Indonesia. Tapi Prabowo malah sewot ketika diminta wawancara khusus oleh stasiun berita Berita Satu.

Dengan nada tinggi, Prabowo mengeluarkan isi hatinya kepada wartawan Berita Satu. Menurut Prabowo, Berita Satu dan harian Jakarta Globe tidak berimbang dalam menayangkan pemberitaan terkait dengan dirinya. “Saya tahu kamu cuma menjalankan tugas, tapi kantormu sepertinya benci dengan saya,” ujarnya.

Walaupun marah, Prabowo masih mau untuk diwawancarai oleh Berita Satu. “Tak apalah, walaupun saya selalu dicederai tapi saya kasih kesempatan.”

Prabowo juga menasihati wartawan Berita Satu agar menjadi orang yang tidak suka menyakiti orang lain. Dia pun menceramahi ihwal hukum karma yang disebutnya selalu ada di ajaran agama mana pun.

Selain Berita Satu, wartawan Kompas TV juga sempat disemprot Prabowo. Prabowo menilai Kompas TV tidak berimbang dalam pemberitaan tentang dirinya.

Sumber: tempo, Rabu, 9 Juli 2014.

3. Prabowo Sebut Pemilik “Jakarta Post” Berengsek

Calon presiden Prabowo Subianto menyebut pemilik media Jakarta Post berengsek.

Ucapan itu disampaikan saat mantan Panglima Kostrad TNI AD tersebut menggelar jumpa pers bersama media asing di Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/7/2014).

Berdasarkan pantauan Kompas.com, mulanya sejumlah media asing bertanya mengenai koalisi Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014 ini.

Hingga pada akhirnya giliran wartawan Jakarta Post yang mendapatkan kesempatan bertanya kepada Prabowo.

Wartawan itu kemudian memperkenalkan diri bahwa ia berasal dari Jakarta Post.

Setelah itu, ia bertanya kepada Prabowo apakah hal yang membuat koalisi memutuskan sikap untuk mendukung Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014.

Mendapat pertanyaan dari wartawan tersebut, Prabowo memilih untuk tidak memberikan jawaban.

“Jakarta Post? Setahu saya itu sudah menjadi media partisan yang mendukung Jokowi-JK. Untuk Jakarta Post, saya tidak mau menjawab, terima kasih,” kata Prabowo menanggapi pertanyaan yang diterimanya.

“Maaf ya, ini bukan salah Anda,” lanjut Prabowo.

Mendapati jawaban tersebut, wartawan tersebut kembali melemparkan pernyataan kepada Prabowo.

“Setidaknya, saya sudah mencoba,” ujarnya. Seusai melakukan jumpa pers, Prabowo kemudian mendatangi wartawan itu.

Dengan merangkulnya, Prabowo kembali menyatakan permintaan maafnya kepada wartawan itu.

“Ini bukan salah kamu. Ini salah pemimpin Jakarta Post yang berengsek,” ujarnya.

Sumber: kompas, 14/07/2014

4. Prabowo Menumpahkan Kekesalannya Kepada Reporter Kompas TV

5. Prabowo: Gaji Wartawan Kecil, Kelihatan dari Muka Kalian

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan pemimpin seharusnya membela kepentingan rakyat dan jangan sampai ada ketimpangan kesejahteraan.

Prabowo mengatakan, pemerintah pun jangan hanya membela orang kaya saja, tetapi juga warga yang kurang mampu.

Saat menyatakan itu, Prabowo kemudian tiba-tiba menyinggung gaji wartawan yang dia anggap kecil.

“Kita belain para wartawan. Gaji kalian juga kecil, kan? Kelihatan dari muka kalian. Muka kalian kelihatan enggak belanja di mal. Betul ya? Jujur, jujur,” ujar Prabowo usai Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 RI di Universitas Bung Karno Jakarta, Kamis, 17 Agustus 2017.

Menurut Prabowo, apa yang dilakukannya saat ini untuk membela masyarakat, terutama yang berpenghasilan kecil seperti wartawan.

Padahal, kata Prabowo Indonesia adalah negara yang luas dan kaya sumber daya alam. Tetapi, sejak zaman dahulu, bahkan setelah merdeka 17 Agustus 1945, Indonesia selalu dijajah dan dirampas kekayaannya.

“Kita ini membela kalian. Kita negara kaya, sejahtera, tapi tadi, dari dulu bukan kita yang ke Belanda sana, tapi Belanda datang ke sini,” kata dia.

“Selalu sumber alam kita mau diambil, dikuras. Kita kasian sama kalian enggak bisa belanja di mal, jadi kita berjuang buat kalian,” sambungnya.

Prabowo menegaskan kemerdekaan Indonesia yang diperoleh hingga saat ini bukan merupakan hadiah, tetapi hasil dari perjuangan.

“Indonesia dari dulu, Nusantara dari dulu selalu dijajah, dirampas kekayaannya. Konsep Indonesia banyak tidak disukai oleh banyak negara-negara di dunia. Konsep Indonesia adalah mereka tidak suka ada bangsa sebesar ini yang hidup bersatu rukun,” ujarnya.

Namun, Prabowo menyayangkan bangsa Indonesia selalu diadu domba dan dipecah belah. Sehingga ia pun meminta agar segala persoalan kecil tidak usah diperbesar atau dipermasalahkan.

“Kita mau kebaikan, kita tidak mau, jangan mencela-lah, tapi kewajiban para pemimpin juga untuk mengingatkan hati-hati jangan kita mau dipecah belah, jangan meninggalkan rakyat dengan meneruskan ketidakadilan. Jangan hanya membela orang kaya saja,” ucap Prabowo.

Sumber: liputan6, 18 Agu 2017

6. Kesal Pemberitaan Reuni 212, Prabowo Sebut Jurnalis Antek

Calon presiden Prabowo Subianto kesal lantaran pemberitaan media massa soal Reuni 212. Dia mempersoalkan wartawan yang tidak menuliskan Reuni 212 dihadiri jutaan jemaah dan menyebut jumlahnya hanya ratusan ribu orang.

“Kemarin mereka telanjangi diri mereka sendiri di hadapan rakyat Indonesia. Ada belasan juta peserta yang hadir, tapi mereka tidak mau laporkan. Mereka telah khianati tugas mereka sebagai wartawan. Sebagai jurnalis,” kata Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Menurutnya, sudah saatnya media massa bicara apa adanya. Jika acara saat itu dihadiri belasan juta, minimal Prabowo berharap media menulis dengan kata jutaan, bukan malah belasan ribu.

“Saya katakan hei jurnalis-jurnalis! Kalian tidak berhak sandang sebagai jurnalis. Saya katakan mulai sekarang jangan lagi hormati mereka [jurnalis] karena mereka semua antek,” kata Prabowo.

Prabowo menjelaskan bahwa wartawan seperti ini adalah antek yang ingin menghancurkan Indonesia. Kehadiran jumlah peserta Reuni 212 menjadi perdebatan karena ada yang mengklaim belasan juta, namun ada pula yang menyebutnya hanya ratusan ribu orang.

Media massa pun tidak semuanya menjadikan peristiwa tersebut sebagai halaman utama untuk berita keesokan harinya. Inilah yang rupanya dipermasalahkan Prabowo karena dia menganggap acara tersebut sangat besar.

“Saya kira ini kejadian pertama ada karena banyak manusia kumpul sebanyak itu tanpa dibiayai siapapun. Mereka dibiayai sendiri, rekan-rekannya dan yang mau bantu rakyat sekitarnya. Saya kira ini belum pernah terjadi,” ucapnya.

Sumber: solopos, 05 Desember 2018

[redaksi melekpolitik.com]

Terkini

  • Featured
  • Opini

Mampus! Gerindra Bisa Dibekukan!

HOT NEWS TODAY 19 MEI 2019 GERINDRA DIBEKUKAN? Jika terbukti dgn fakta2 dan data yg valid bahwa Gerindra adalah aktor…

11 jam lalu
  • Berita
  • Featured
  • Video

Ini Video Lieus Sungkharisma Ditangkap Bersama LONTE di Apartemen!

Lieus Sungkharisma ditangkap polisi di apartemen di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Senin 20 Mei 2019. Lieus ditangkap saat sedang…

11 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Bangsat! Saat Ditangkap Lieus Sungkharisma Ternyata Bersama LONTE!

Polisi ternyata melakukan penangkapan terhadap Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma disebuah apartemen yang berada di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.…

14 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Viral, Haikal Hassan Nangis-nangis Pengen Pulang ke Indonesia, tapi Takut Diserok Polisi

Haikal Hassan yang sebelumnya dilaporkan ke pihak berwajib atas tuduhan penyebaran berita bohong (hoax) bertolak ke Arab Saudi dengan alasan…

14 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Saiful Mujani Sebut People Power Mengabaikan KPU Adalah Makar dan Biadab

Saiful Mujani angkat bicara mengenai isu aksi people power yang disebut-sebut digelar pada 22 Mei 2019. Kabarnya, gerakan itu akan…

16 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Mampus! Sok Penting, Lieus Sungkharisma Tak Punya Pengacara, Padahal di Kubu 02 Ada ACTA

Viral cuitan dari seorang netizen mengomentari Lieus Sungkharisma, Koordinator Forum Rakyat. Belum lama ini Lieus diberitakan tidak menghadiri pemanggilan yang…

16 jam lalu