Kategoti: Berita Featured

Viral! Sugi Nur Raharja Jadi Tersangka, Satu Lagi Musuh PBNU Ditangkap!

Share

Melek Politik – Viral di whatsapp artikel berjudul “SATU LAGI MUSUH PBNU DITANGKAP!”, begini isinya:

Sugi Nur Raharja alias Gus Nur akhirnya ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus pencemaran nama baik PBNU. Sugi terancam hukuman penjara 4 tahun dan polisi telah melakukan pencekalan terhadap Sugi, dengan tujuan agar tersangka tidak kabur.

Sangat lucu dan menggelitik mencermati kebohongan demi kebohongan yang terus dipupuk oleh lelaki yang pernah mencap rezim Presiden Jokowi sebagai kafir ini, dan juga kebodohan orang-orang yang mengamini Omongan mantan tukang obat jalanan ini.

Awalnya, nama Pendakwah Muda karbitan ini mulai mencuat sejak kemunculannya pertama kali lewat media sosial Yutub, di mana ia kerap memposting video menyerang dan mencaci maki pemerintah.

Ia juga sering meyebut-nyebut dirinya sebagai seorang “Gus” (sebuah sebutan bagi anak-anak kyai yang berilmu tinggi).

Menurut informasi yang beredar, makhluk primata ini mendapat gelar Gus setelah sering membawa jama’ah Ziarah Wisata ke makam orang-orang shaleh di sepanjang pantura.

Meski ia terang-terangan mengaku tidak bisa membaca Alquran, namun anehnya, mantan Tukang obat keliling ini justru kerap mendapat panggilan ceramah.

Bahkan ia sempat menggarap pasar TKW yang haus agama hingga ke Hongkong.

Sugi Nur Raharja lahir di Bantul. Ia mengaku bapaknya bernama Tomi Susanto, seorang pemain debus berilmu hitam yang juga (katanya) preman Malioboro.

Lelaki yang tidak selesai sekolah dan hanya sampai kelas 5 SD ini kerap mengaku bersekolah di jalanan hingga besar.

Tidak ditemukan sama sekali jejak kesantrian atau Rekam Jejak dimana Sugi Nur Raharja pernah memperdalam ilmu agamanya.

Ditambah sifat serta ucapannya yang mudah sekali melaknat orang lain dan kerap mencaci-maki orang lain. Ini adalah indikasi bahwa orang ini tak pernah mengenyam pendidikan agama, terutama adab dalam beragama.

Padahal Agama Islam sangat mengedepankan adab, Seseorang bahkan akan dianggap percuma hafal Al Qur’an bila tidak memiliki adab yang baik kepada orang lain.

Adab merupakan bentuk budi pekerti paling tinggi yang seharusnya dimiliki oleh orang-orang yang mengaku paham agama.

Kenapa? Karena jika seseorang semakin tinggi ilmu agamanya, maka ia akan semakin rendah hati.

Bukti lain bahwa dia tidak mengenyam pendidikan agama adalah kemarahannya meledak-ledak. Hanya karena ada yang berkomentar dirinya “tidak pantas disebut Gus”.

Namun, yang lebih jahat lagi adalah sekelompok orang yang mengorbitkan Sugik.

Mantan tukang jual obat keliling ini dipaksa untuk terus mengulang kebohongannya hingga ia sendiri kehilangan titik dimana tidak tahu lagi mana ucapannya yang benar dan mana ucapannya yang Bohong.

Uniknya, kebohongan-kebohongan Sugik ternyata disukai oleh media-media tukang pelintir dan para produsen kebencian.

Para pendorong utama dibelakang Sugi Nur paham betul memanfaatkan sentimen anti pemerintah yang saat ini melanda banyak orang. Sosok Sugi Nur dijual sebagai sosok anti pemerintah serta “agamawan” yang vokal.

Yang lebih memuakkan lagi, Sugik kini kerap diposisikan sebagay seorang Alim Ulama Islami.

Ini adalah pembohongan publik yang sulit dimaafkan.

Sugik ini bentuk contoh representasi dari sebagian masyarakat Indonesia yang saat ini Haus akan belaian agama hingga menelannya mentah-mentah.

Orasi-orasinya hanyalah sesuai isi hatinya dan emosi pribadinya. Karenanya dapat dipastikan ia bukanlah ulama, sebab seorang ulama pasti akan menjaga ucapannya.

Rasul SAW pernah mengingatkan umatnya dengan sabdanya :
“Ketika amanah (agama) dipasrahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah masa kehancurannya.”

Kini semakin banyak masyarakat awam yang mengundangnya untuk mengisi ceramah, khususnya para TKI Taiwan dan Hongkong.

Maka bisa dibayangkan, betapa hancurnya syari’at Islam ketika dipasrahkan kepada orang-orang semacam Sugik ini.

Sugik kini telah menjadi tersangka setelah menyerang PBNU dengan mengatakan sebagai pelacur agama.

Padahal justru dialah sesungguhnya yang telah menjadi pelacur Agama selama ini. Orang yang membaca Alquran saja masih belepotan kok nekat bikin pesantren..

Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari kasus ini.

Dan semakin banyak yang sadar bahwa Sugi Nur Raharja bukanlah ulama, dan amat tidak pantas dijadikan panutan.

Sumber: detik.com/kikasyafii.com/redaksiindonesia.com/youtube.com

Terkini

  • Berita
  • Featured

Viral! Butuh Dana untuk Operasi, Netizen Doakan Trinity dan Alvaro Korban Bom Gereja Samarinda 2016

Seorang netizen menulis cuitan mengingatkan masyarakat pada korban serangan bom di Gereja Oikumene, Samarinda, Minggu (13/11/2016) pagi. Saat itu korban…

14 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Ngakak! Tim Prabowo Gunakan Link Berita dari Media Abal-abal

Kuasa Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Denny Indrayana bersikukuh tautan berita media massa online yang digunakan kubunya untuk mempermasalahkan kemenangan Jokowi- Ma'ruf Amin sah dan bisa menjadi bukti…

15 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Viral! Apa Kabar Kontribusi Tambahan Reklamasi 15 Persen

Viral di twitter kultwit dari akun @PartaiSocmed yang menguliti kontribusi tambahan 15 terkait reklamasi Teluk Jakarta. Begini isinya: "Sekarang sedang…

15 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Keberpihakan Anies, Bongkar Bangunan Rakyat Miskin, Proyek Reklamasi Sudah Disegel Malah Dikasih IMB

Seorang netizen membagikan ke twitter sebuah artikel berjudul "Jumlah Bangunan Tanpa IMB Dibongkar di Jakarta Barat Lebih 500 Bangunan Tiap…

16 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Artikelnya Dicatut Kubu Prabowo, Prof Australia: Saya Tak Bilang Jokowi Otoriter

Seorang netizen menulis cuitan mengomentari artikel berjudul "Prof Australia Protes Keras Dikutip Prabowo: Saya Tak Bilang Jokowi Otoriter " yang…

17 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Berubah jadi kampret, Mantan Penasihat KPK Jadi Korlap Demo di Depan MK

Seorang netizen membagikan sebuah artikel berjudul "Mantan Penasihat KPK Jadi Korlap Demo di Depan MK" yang tayang di situs Kumparan.com,…

19 jam lalu