Kategoti: Berita Featured

Pemerintah Arab Saudi Awasi Ketat Buronan, Nasib Rizieq di Ujung Tanduk!

Share

MelekPolitikCom – Viral di grup whatsapp, tulisan berjudul “Nasib Rizieq di Ujung Tanduk,” belum diketahui siapa yang membuat tulisan itu. Begini isinya:

Memang tidak ada habisnya ngomongin manusia satu ini. Jalan hidupnya memang sudah begitu selalu bikin pusing negara-negara dimana dia tinggal.

Di Indonesia bikin ulah, di Arab Saudi pun juga sebelas dua belas sehingga pemerintah Arab Saudi harus extra kerja keras mengawasi manusia satu ini.

Tukang bikin gaduh pemecah umat dimanapun bertengger tetap saja aura biang keroknya akan muncul dengan sendirinya. Di Negara orangpun masih bikin ulah.

Setelah kasus pencekalan Rizieq oleh pihak Imigrasi Indonesia, akhirnya terkuak sepak terjang Rizieq selama ini di Arab Saudi.

Semuanya menjadi terang benderang. Di Arab Saudi, Rizieq Shihab melakukan gerakan politik yang bagi pemerintah Arab Saudi membahayakan keamanan negara mereka.

Akibatnya gerak-gerik Rizieq pun diawasi dengan sangat ketat oleh Pemerintah Arab Saudi. Sekarang Rizieq sudah tidak bisa menerima tamu lagi tamu-tamu dari Indonesia, baik itu tamu-tamu GNPF, FPI, maupun para politisi busuk di negeri ini.

Sebelumnya Rizieq dengan leluasa bisa menerima tamu-tamu dari tanah air, khususnya para politisi kaum bumi peang binti kampretus erektus, Amien Rais, Prabowo Subianto, dan Sohibul Iman.

Rizieq kini sudah tidak bisa ketawa ketiwi lagi, tidak bisa cipika cipiki lagi dengan para tamu-tamunya yang menyanjungnya setinggi langit karena nasibnya itu di Arab Saudi kini diujung tanduk.

Rizieq bisa saja sewaktu-waktu ditangkap oleh aparat keamanan Arab Saudi dan menjebloskannya ke penjara, lalu dihukum rajam atau hukum pancung.

Rizieq pernah diringkus dan diperiksa di markas intelijen Arab Saudi di Mekah dan dijebloskan ke penjara selama 4 jam lamanya sebelum dilepas.

Petugas Reskrim Arab Saudi menangkap Rizieq Shihab karena memalsukan Iqomah (dokumen ijin tinggal). Rizieq Shihab dihadang setelah selesai makan di Restaurant.

Bagi pemerintah Arab Saudi, Rizieq Shihab adalah Residivis dan buronan yang sangat berbahaya bagi keamanan Arab Saudi karena melarikan diri dari Indonesia ke Arab Saudi. Ini namanya keluar dari mulut harimau masuk ke mulut buaya.

Bukan hanya pemalsuan dokumen ijin tinggal saja, tapi Rizieq juga diawasi karena pemerintah Arab Saudi tahu bahwa si Rizieq Shihab ini adalah pelaku ujaran kebencian dan inisiator demo-demo anarkis.

Dan yang bikin pemerintah Arab Saudi ekstra hati-hati si Rizieq ini mendukung ISIS. Pihak Intelijen Arab Saudi juga mengetahui bahwa Rizieq memiliki misi melontarkan propaganda politik dari Arab Saudi untuk mengacaukan Indonesia.

Selain itu, Rizieq juga melakukan tindakan berupa pencucian uang demi kepentingan politisi korup di Indonesia. Rizieq disebut sebagai seorang Bughot atau pemberontak terhadap pemerintah Indonesia yang sah.

Intelijen Arab Saudi juga tahu bahwa Rizieq ini merupakan inisiator demo-demo anarkis anti Amerika Serikat sejak tahun 2000 yang silam. Rizieq juga diketahui sebagai pimpinan pelaku sweeping warga Amerika Serikat yang tinggal di Indonesia.

Bagi pemerintahan Arab Saudi Rizieq ini adalah tokoh radikal yang sangat berbahaya. Selain mendukung ISIS, Rizieq juga sering menggelar pengajian gelap tanpa ijin selama dia tinggal Arab Saudi.

Ceramah-ceramah gelapnya itu tidak mengajarkan orang untuk berbuat baik, akan tetapi hanya berupa provokasi dan ancaman-ancaman saja. Ulama-Ulama Arab Saudi yang radikal saja diringkus aparat keamanan Arab Saudi, apalagi Rizieq ini yang notabene adalah orang asing yang tinggal di negara mereka.

Bagi Anda yang belum tahu, pemerintah Arab Saudi saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan penangkapan-penangkapan terhadap para ulama garis keras di Arab Saudi untuk menjaga keamanan negara mereka.

Inteligen Arab Saudi tentu saja bukan sekumpulan orang dungu yang tidak tahu ulah Rizieq Sihab selama ini. Tentu saja jaringan inteligen Arab Saudi bekerja demi menjaga keamanan negara mereka.

Pencekalan Rizieq ke luar negeri bukan hanya terkait kasus ijin tinggal saja, akan tetapi lebih dari itu. Rizieq adalah pendukung ISIS dan selama ini dia berhubungan dan melakukan kerjasama dengan organisasi teroris Hamas di Gaza.

Selain itu, Rizieq Shihab juga diketahui Intelijen Arab Saudi berhubungan dengan tokoh beraliran sufi yang sangat diawasi oleh pemerintah Arab Saudi. Parah memang.

Rizieq Shihab juga diketahui mengumpulkan dana dari Arab Saudi untuk kegiatan teroris di Indonesia. Tentu saja intelijen Arab Saudi sudah tahu semua kegiatan Rizieq Shihab selama dia tinggal di Arab, sehingga gerak-geriknya diawasi dengan sangat ketat oleh pemerintah Arab Saudi.

Kita semua tahu bahwa Rizieq ini adalah orang yang sangat anti Amerika Serikat yang selalu disebutnya sebagai kafir kopar kapir kopar kapir itu. Dia memprovokasi massa untuk membenci dan boikot Amerika Serikat.

Setelah kabur ke Arab Saudi baru kini dia kena batunya. Rizieq tidak menyangka kalau Amerika Serikat itu adalah mitra luar negeri setia Arab Saudi.

Sekarang dia pusing tujuh keliling. Mau kabur dari Arab Saudi sudah tidak bisa lagi karena dicekal. Jantungnya deg-degan setiap saat karena bisa saja pemerintah Arab Saudi menangkapnya dan menyerahkan Rizieq Shihab ke pihak Amerika Serikat jika sewaktu-waktu diminta oleh Amerika.

Arab Saudi merupakan negara yang sangat ketat dan tidak ada toleransi terhadap penyalah gunaan ijin tinggal. Sialnya Rizieq Shihab ini dia diketahui melindungi para TKI dan TKW yang tidak punya dokumen ijin tinggal di Arab.

Dari serangkaian kesialan-kesialan yang dialami Rizieq Shihab di Arab Saudi sana, itu artinya dia kini mengalami apa yang dinamakan hukum karma dan hukum tabur tuai. Jokowi dan Ahok telah bekerja dengan baik selama ini malah ditudingnya aneh-aneh.

Di Indonesia para pendukungnya menuding pemerintahan Jokowi melakukan kriminalisasi terhadap ulama. Sekarang saya tanya berani apa tidak manusia-manusia 212 itu menuduh pemerintah Arab Saudi mengkriminalisasi Ulama?

Kini hukum karma dan hukum tabur tuai menimpanya. Apa yang ditabur itu yang dituai. Karena ada tertulis, barangsiapa menabur angin, maka ia akan menuai badai.

Dan barangsiapa menuai badai, maka ia akan menuai bencana. Selanjutnya, barangsiapa menabur bencana, maka ia akan menuai malapetaka, begitu seterusnya. Sekarang Rizieq sedang menuai apa yang telah dia tabur selama ini.

Mengaku keturunan nabi, mengaku tamu kehormatan Raja Salman, mengaku punya Visa khusus dari Kerajaan Saudi Arabia dan masih banyak lagi bualan-bualan lainnya yang ditelan mentah-mentah oleh para pasukan kampretus erektus Petamburan.

Untung saja si Rizieq itu mengalami kesialan di Arab Saudi, coba kalau dia mengalaminya di negara-negara kafir lainnya, Jakarta pasti akan panas membara lagi didemo berjilid-jilid ala nomor togel pakai acara bakar bendera lah, bakar ban lah di kantor Kedutaan, menuding menzolimi Ulama lah, memghina Islam lah dan lain sebagainya.

Itulah akibatnya kalau urat malu sudah putus dan otak jarang dipakai oleh para komplotannya. Makanya hati-hati, hukum karma dan hukum tabur tuai tuh ya tak pernah ingkar janji.

Yang jelas negara sekaliber Arab Saudi berhak memproses hukum, menginterogasi warga negara lain yang tinggal di negaranya, apalagi si Rizieq ini tersebut punya track record yang tidak baik dan terlibat masalah hukum di negara asalnya.

Dimana bumi dipijak, disitu langit wajib dijunjung. Jangan samakan Arab Saudi dengan Indonesia yang bisa seenaknya diobok-obok. Dipikirnya di Arab Saudi itu bisa seenak udel semau-maunya bebas rapat bahas politik, bebas ceramah-ceramah provokasi dan maki memaki.

Mata dan telinga Intelijen Arab Saudi sangat peka terhadap para pembuat onar. Sekarang baru dia kena batunya. Jangan sok jago sok kebal hukum. Semua ada aturan. Jangan anggap diri orang penting yang istimewa, lalu buat onar semau-maunya di negara orang.

Kesialan-kesialan Rizieq di Arab Saudi sana adalah contoh dan pelajaran yang nyata bagi para politisi busuk lainnya. Kalau terjerat kasus hukum mbok ya hadapi secara jantan. Jangan jadi pengecut, lalu ngacir ke negara orang.

Hujan batu di negeri sendiri lebih baik dari hujan emas di negeri orang. Lebih baik hukuman penjara di negeri sendiri daripada hukuman pancung di negara orang.

Ahok saja ikhlas dipenjara, santai saja tuh mah dia. Malah kini lagi bahagia happy tralala karena mau nikah lagi sama Polwan bening yang masih muda belia dan cantik jelita.

Ahok terlindungi di negerinya sendiri dan sebentar lagi bebas murni. Setiap hari Ahok dikunjungi orang-orang penting dari berbagai penjuru negeri. Sementara Rizieq malah terlunta-lunta di negera orang yang nasibnya kini di ujung tanduk…..

GUSTI ORA SARE

Terkini

  • Featured
  • Opini

Mampus! Gerindra Bisa Dibekukan!

HOT NEWS TODAY 19 MEI 2019 GERINDRA DIBEKUKAN? Jika terbukti dgn fakta2 dan data yg valid bahwa Gerindra adalah aktor…

10 jam lalu
  • Berita
  • Featured
  • Video

Ini Video Lieus Sungkharisma Ditangkap Bersama LONTE di Apartemen!

Lieus Sungkharisma ditangkap polisi di apartemen di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Senin 20 Mei 2019. Lieus ditangkap saat sedang…

10 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Bangsat! Saat Ditangkap Lieus Sungkharisma Ternyata Bersama LONTE!

Polisi ternyata melakukan penangkapan terhadap Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma disebuah apartemen yang berada di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.…

13 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Viral, Haikal Hassan Nangis-nangis Pengen Pulang ke Indonesia, tapi Takut Diserok Polisi

Haikal Hassan yang sebelumnya dilaporkan ke pihak berwajib atas tuduhan penyebaran berita bohong (hoax) bertolak ke Arab Saudi dengan alasan…

13 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Saiful Mujani Sebut People Power Mengabaikan KPU Adalah Makar dan Biadab

Saiful Mujani angkat bicara mengenai isu aksi people power yang disebut-sebut digelar pada 22 Mei 2019. Kabarnya, gerakan itu akan…

15 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Mampus! Sok Penting, Lieus Sungkharisma Tak Punya Pengacara, Padahal di Kubu 02 Ada ACTA

Viral cuitan dari seorang netizen mengomentari Lieus Sungkharisma, Koordinator Forum Rakyat. Belum lama ini Lieus diberitakan tidak menghadiri pemanggilan yang…

15 jam lalu