Kategoti: Featured Opini

HTI, @PKSejahtera & Agenda Khilafah di Pilpres

Share

Sejak perang Suriah tahun 2011, gerakan khilafah semakin membesar di Indonesia.

Ideologi mengganti sistem negara saat ini dengan syariat Islam, terus mereka kumandangkan dimana-mana. Dan tanpa malu-malu lagi mereka membentangkan spanduk, berorasi, bahkan memaksakan pemikiran-pemikiran mereka di media sosial maupun ceramah-ceramah.

Salah satu ormas yang aktif “berjuang” supaya khilafah tegak di Indonesia adalah Hizbut Thahrir Indonesia. Hizbut Thahrir adalah organisasi terlarang yang sudah dibubarkan di banyak negara, termasuk negara-negara Timur Tengah. Kenapa ? Karena mereka sejatinya selalu ingin melakukan makar di setiap negara jika ada kesempatan.

“HTI adalah gerakan revolusioner dan tidak menggunakan kekerasan, tetapi mendukung orang lain yang menggunakannya. Mereka anti demokrasi dan salah satu cabang terbesarnya ada di Indonesia..” begitu kata Sidney Jones pengamat terorisme dalam sebuah perbincangan.

Pembubaran HTI pada tahun 2017 lalu, jelas menyisakan dendam membara kepada Presiden Jokowi yang mereka anggap sebagai musuh utama. Tapi karena mereka tidak bisa bergerak leluasa sebab sudah dilarang, mereka menggunakan tangan orang lain untuk melakukannya.

Dan tangan itu ada di PKS..

Sebenarnya HTI dan PKS mempunyai ideologi yang sama, yaitu negara Islam. Hanya PKS malu-malu untuk terbuka, meski sudah condong mengarah kesana. Survey SMRC yang dilakukan bulan Mei 2017, mengungkapkan bahwa 34 persen simpatisan PKS setuju dengan adanya khilafah. Dan ini prosentase terbesar jika dibandingkan survey pada simpatisan partai lainnya..

Karena mempunyai kesamaan ideologi itulah, maka HTI mempunyai satu irisan yang sama dengan PKS. Dengan begitu, mudah bagi HTI untuk diterima masuk ke PKS dan mengembang-biakkan virusnya disana..

Pemilihan Presiden 2019, adalah salah satu cara HTI membalas dendamnya kepada Jokowi. Dan jika mereka menang, maka mereka akan semakin brutal memasukkan orang-orangnya ke semua sistem pemerintahan dan satu waktu mereka akan mengganti sistem itu dengan khilafah, yang sesuai ideologi mereka.

Itulah gerak panjang HTI yang sudah mereka susun dengan baik. Dan – sekali lagi – mereka tidak malu-malu untuk mengungkapkan itu di depan publik.

Video yang viral dimana Mardani Ali Sera, ketua DPP PKS, berpasangan dengan Ismail Yusanto, petinggi HTI, menunjukkan betapa HTI masih dengan bangga memproklamirkan ideologinya. “Ganti sistem..” Kata Ismail disamping Mardani yang berseru, “Ganti Presiden..”

HTI jelas tidak takut pada pemerintah Indonesia, yang dinilai tidak sekeras pemerintah Turki, misalnya, dalam menindak orang-orang HTI.

Di Turki tahun 2009, pemerintah sana menahan orang2 Hizbut Thahrir, bukan hanya membubarkan ormasnya. Bahkan di Rusia, HT dikategorikan sebagai organisasi teroris. Di Malaysia saja, pemerintah sana pada tahun 2015 memfatwakan, bahwa HT adalah kelompok yang menyimpang dan siapapun yang mengikuti gerakan pro-khilafah akan menghadapi hukum..

Kenapa Jokowi tidak bisa keras dan tegas pada HTI ini ?

Sulit. Karena jika Jokowi pakai tangan besi dalam menindak orang-orang HTI, maka isu “anti Islam” akan digoreng keras dan dijadikan rudal untuk menjatuhkannya. Lawan Jokowi sudah terlalu banyak, mulai mafia sampai politikus, sehingga ia kesulitan jika menghajar mereka pada saat bersamaan. Karena itulah Jokowi merapatkan barisan dengan kyai-kyai NU, dalam misi perang panjangnya.

Perang ini akan dimulai Jokowi jika ia sudah pasti menjabat satu periode lagi. Pada periode kedua itu, Jokowi akan “nothing to lose” sehingga mudah menangani mereka.

Itulah sebab, Jokowi harus didorong untuk memenangkan “perang” dalam Pilpres ini. Sesudah itu kita dorong ia untuk lebih keras terhadap keberadaan HTI dan ideologi khilafahnya. Kalau tidak, negara kita akan kacau terus karena menghadapi ideologi yang tidak akan mati selama jasad mereka masih ada dibadannya..

Membela Jokowi adalah membela kebhinekaan dan kesatuan negara Republik Indonesia dari rongrongan pemuja khilafah..

Seruput dulu kopinya?

Denny Siregar

Terkini

  • Berita
  • Featured

Anak Buah @Aniesbaswedan Tak Tahu Felix Siauw Gembong HTI, Netizen: yang dari Kampung Aja Bisa Melihat Dunia

Seorang netizen mengomentari sebuah artikel berjudul "Kepala BKD DKI Tak Tahu Felix Siauw Pernah di HTI: Kita Tahunya Dia Ustaz"…

11 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Ahmad Fanani Tersangka Dana Kemah, Apakah Jubir BPN @Dahnilanzar Akan Menyusul?

Seorang netizen membagikan sebuah artikel berjudul "Polisi Tetapkan Eks Bendahara Pemuda Muhammadiyah Tersangka Dana Kemah" yang tayang di situs Detik.com…

12 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Bodoh bin Bebal! Abdullah Hehamahua Sebut Aksi di MK Tak Ada Urusan dengan Prabowo

Seorang netizen membagikan artikel berjudul "Abdullah Hehamahua: Aksi di MK Tak Ada Urusan dengan Prabowo, Ini soal NKRI" yang tayang…

13 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Makin Jelas @Aniesbaswedan Buka Pintu Balai Kota untuk Ormas Terlarang

Seorang netizen membagikan sebuah artikel berjudul "Dibilang Batal, Begini Suasana Ceramah Felix Siauw di Masjid Pemprov DKI" yang tayang di…

13 jam lalu
  • Berita
  • Featured

GP Ansor ‘Grebek’ Kajian Gembong HTI Felix Siauw di Masjid Balaikota

Seorang netizen membagikan sebuah video anggota Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) yang mendatangi Balai Kota DKI Jakarta untuk membubarkan ceramah Felix…

15 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Terbongkar! @YuanaRyanTresna Ustad HTI, ASN di UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Viral cuitan dari Rais Syuriah PCNU Australia Nadirsyah Hosen atau dikenal Gus Nadir yang membongkar kedok seorang pengasong khilafah. Lewat akun twitter @na_dirs,…

15 jam lalu