Kategoti: Berita Opini

Penjaga Anggaran APBD DKI ini Dicopot @aniesbaswedan

Share

Bu Tuty dikenal sebagai Pejabat yang tidak bisa disogok.
Dipercaya Pak AHOK menjadi Kepala Bappeda DKi dan meraih banyak prestasi.
Ketika Tuty menjadi Kepala Bappeda, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pernah meraih Empat penghargaan terbaik dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Saat ini Tuty menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DKI Jakarta.

Sedih…
Ibu Tuty Kusumawati pamit dari tugas dan Jabatannya : “Saya pamit ya, Neng” kata Bu Tuty di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis.
Bu Tuty kemudian pergi dan tidak menyampaikan apa-apa lagi.
Para Pegawai Bappeda sedih apalagi Penulis dan Publik yang sangat terkesan dengan kerja dan integritasnya.

Bu Tuty Kepala Bappeda DKI yang paling diandalkan menjaga anggaran dengan E-budgeting, kini digeser Anies secara licik .
Kendati telah digeser Bu Tuty Kusumawaty telah menorehkan prestasi sebagai sosok yang berintegritas mengikuti jejak pimpinannya terdahulu yaitu Pak AHOK.

Anies sebenarnya terancam dengan integritas dan prestasi serta utamanya keberanian Bu Tuty yang menguasai anggaran dan menjadi penjaga anggaran sejak zaman AHOK.
Keberaniannya juga menjadi ancaman bagi Anies yang akhirnya membunuh karir Bu Tuty sebagai penjaga anggaran dan Pejabat yang teramat vokal untuk program pengibulannya.

Anies belum lama ini memutuskan nasib dan karir Bu Tuty sebagai penjaga anggaran di DKI dan memutasikannya untuk menangani RPTRA.
Anies tahu persis bahwa Bu Tuty seorang yang sangat berintegritas dan tak bisa diajak kompromi.
Persis mengikuti jejak pimpinannya AHOK dahulu.

Bu Tuty adalah sosok Pejabat yang tegas dan vokal.
Kebijakan serta komentarnya membuat kedua pemimpin DKI ini merasa kehilangan kredibilitas karena Bu Tuty menunjukkan dirinya lebih paham anggaran dan menjaga anggaran ketimbang Gubernur dan Wagubnya.
Bu Tuty juga yang menyingkapkan kelemahan terbesar program hunian rumah tapak andalan Gubernur.

Salut dengan keberanian Ibu Tuty.
Srikandi DKI yang menunjukkan dirinya seorang Pejabat yang menguasai bidangnya, tegas dan realistis, tak mau membohongi atau menipu Rakyat seperti Gubernur dan wakil gubernur saat ini.
Kendati dia harus membayar harga yang mahal, integritas Bu Tuty terus bersinar dan bercahaya ditengah krisis kepemimpinan DKI saat ini.

Jabatan atau kekuasaan bisa dibeli atau didapatkan dengan cara yang tidak wajar.
Tetapi integritas jauh lebih bernilai dan lebih berharga daripada Jabatan itu sendiri.
Orang yang punya integritas akan terus bersinar dan bercahaya.
Kendati Jabatannya dicopot seperti Bu Tuty tapi integritas itu tak akan hilang.

Masih ingat ketika di masa awal Anies memerintah, Ibu Tuty ikut membongkar anggaran renovasi kolam ikan Rp 620 dan anggaran itu akhirnya dicoret.

Adalah Ibu Tuty Kusumawati yang menunjukkan melalui sistem e-budgeting siapa saja PNS yang meng-input usulan anggaran.
Akhirnya dari jejak rekam di e-budgeting, terciduk deh,

https://seword.com/umum/ebudgeting-ahok-makan-korban-dana-kolam-dicoret-terima-kasih-bu-tuty-ketua-bappeda-dki-HyZhWC9lM

Ibu Tuty Kusumawati adalah orang andalan Pak AHOK untuk menjaga sistem e-budgeting ini di DKI.
Pak AHOK pernah mengutarakan keyakinannya itu seperti dilansir Kompas : “Saya yakin kalau Bu Tuty tidak diganti, pasti aman.
Kecuali Bu Tuty dicopot atau Gubernurnya perintahkan enggak mau (pakai sistem e-budgeting)” ujar Pak AHOK seperti dilansir Kompas.

Bu Tuty juga sangat vokal ketika berbicara tentang rumah DP nol.
“Kalau untuk Jakarta kita lupakan landed (tapak).
Jakarta kita konsep Rusun.
Karena landed harganya Rp 140 juta tidak mungkin ada di Jakarta.
Rusun Rp 350 juta rata-rata” kata Tuty, Senin, seperti dilansir Kompas .

Lupakan, kata Bu Tuty dan tidak mungkin.
Sadis telak tanpa ampun.
Jadi kata-kata Bu Tuty sendiri makin menelanjangi kebohongan Gubernur Anies dan menguak fakta sebenarnya.
Artinya janji Rumah tapak oleh Anies itu bohong maksimal dan penipuan Publik serta pendustaan Pejabat.

https://seword.com/politik/bu-tuty-tampar-anies-tak-mungkin-rumah-tapak-dibangun-di-jakarta-rkyhQJcoM

Saya salut dan terharu dengan Bu Tuty.
Beliau bukanlah sosok yang mencari aman demi Jabatan atau kedudukan dan bisa diajak kompromi.
Bu Tuty benar-benar menunjukkan integritas dirinya dan berani untuk berkata benar walaupun itu membuat dia harus kehilangan Jabatan yang bergengsi di DKI.

Saya kagum sekali dengan keberanian Ibu Tuty yang meresikokan dirinya.
Utamanya ketika menyingkapkan kebohongan soal Rumah tapak DP nol.
Bu Tuty ngomong apa adanya dan dia tak mau mengelabui Rakyat yang terus di-PHP oleh janji Rumah fantastis dari Anies-Sandi.

Dari mana keberanian dan kepercayaan itu muncul?
Adalah Pak AHOK sendiri yang melihat integritas dalam diri Ibu Tuty maka Pak AHOK mempercayakan Jabatan sebagai Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Januari 2015.
Semenjak saat itu Ibu Tuty dikenal sebagai tameng anggaran, benteng pertahanan DKI agar APBD itu tidak disusupi ‘Anggaran Siluman’.

Selain itu Bun Tuty juga terinspirasi dari Pak AHOK yang dengan gigih dan penuh integritas menjaga anggaran DKI.
Model dan teladan integritas Pak AHOK inilah yang turut menginspirasi Bu Tuty sehingga dia ikut ketularan keberanian dan integritas menjadi penjaga dan pengawal anggaran.

“Bagaimana kita tetap lanjutkan penerapan e-budgeting agar semua anggaran transparan.
Kami bisa berani melawan karena didukung Gubernur yang berani juga” kata Tuty seperti dilansir Liputan6.

Sistem yang baik dan dijaga Orang yang jujur dan berintegritas seperti Bu Tuty membuat e-budgeting dari Pak AHOK semakin handal.

Terima kasih Bu Tuty karena Anda telah meninggalkan jejak integritas yang luar biasa dan keberanian untuk melawan Pemimpin yang lalim dan penuh tipu muslihat.

Jejak Anda akan terus bercahaya seperti Pak AHOK yang akan terus bersinar di tengah kacau dan ngawurnya para duo DKI ini.

Integritas Anda sudah menenggelamkan mereka berdua yang jelas sudah terdeteksi ingin membuat sistem pertahanan anggaran itu makin terbuka celahnya dan makin bocor.

Semoga Bu Tuty tetap semangat melayani dan mengabdi di tempat baru.
Sukses terus buat Ibu Tuty

(seword/melekpolitik)

Terkini

  • Berita
  • Featured

Anak Buah @Aniesbaswedan Tak Tahu Felix Siauw Gembong HTI, Netizen: yang dari Kampung Aja Bisa Melihat Dunia

Seorang netizen mengomentari sebuah artikel berjudul "Kepala BKD DKI Tak Tahu Felix Siauw Pernah di HTI: Kita Tahunya Dia Ustaz"…

11 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Ahmad Fanani Tersangka Dana Kemah, Apakah Jubir BPN @Dahnilanzar Akan Menyusul?

Seorang netizen membagikan sebuah artikel berjudul "Polisi Tetapkan Eks Bendahara Pemuda Muhammadiyah Tersangka Dana Kemah" yang tayang di situs Detik.com…

12 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Bodoh bin Bebal! Abdullah Hehamahua Sebut Aksi di MK Tak Ada Urusan dengan Prabowo

Seorang netizen membagikan artikel berjudul "Abdullah Hehamahua: Aksi di MK Tak Ada Urusan dengan Prabowo, Ini soal NKRI" yang tayang…

13 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Makin Jelas @Aniesbaswedan Buka Pintu Balai Kota untuk Ormas Terlarang

Seorang netizen membagikan sebuah artikel berjudul "Dibilang Batal, Begini Suasana Ceramah Felix Siauw di Masjid Pemprov DKI" yang tayang di…

13 jam lalu
  • Berita
  • Featured

GP Ansor ‘Grebek’ Kajian Gembong HTI Felix Siauw di Masjid Balaikota

Seorang netizen membagikan sebuah video anggota Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) yang mendatangi Balai Kota DKI Jakarta untuk membubarkan ceramah Felix…

15 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Terbongkar! @YuanaRyanTresna Ustad HTI, ASN di UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Viral cuitan dari Rais Syuriah PCNU Australia Nadirsyah Hosen atau dikenal Gus Nadir yang membongkar kedok seorang pengasong khilafah. Lewat akun twitter @na_dirs,…

15 jam lalu