Kategoti: Headline Opini

Terkuak! Intensi dan Pretensi di Balik Opini ‘Paksa’ Oposisi soal Netralitas TNI-POLRI

Share

Saya hendak menepati janji setelah tadi pagi membagi sebuah transkripsi pidato dari TV Swasta Nasional. Transkripsi tersebut dapat dibaca di status saya (https://www.facebook.com/reno.algamar/posts/10155906105887017).

Apa yang ingin saya bahas perihal pidato tersebut? Kita mulai secara paralingual dulu, atau segala sesuatu yang bersifat metakomunikasi, dan mempengaruhi arti dari pernyataan tekstual. Ribet dah yak?

Atau kita pakai semiotika lah, dengan melihat gesture dan konteks dari isi pidato pagi tadi. Pidato Zulkifli Hasan dan Prabowo Subianto intinya menekankan pada netralitas aparat pemerintah, khususnya TNI dan POLRI dalam bertugas mengamankan Pilkada.

Ingat, kata kuncinya adalah NETRALITAS.

Merujuk pada tempat pertemuan dan pelaku pertemuan sebagai perwakilan apa, saya rasa patut kita mempertanyakan apa kepura-puraan yang sedang dipertontonkan melalui media tersebut. Bagaimana tidak?

Seorang petinggi partai, yang diperkenalkan sebagai capres pula, menemui seorang Ketua MPR, salah satu petinggi di badan legislatif. Di mana letak netralitas dalam kondisi ini? Terlebih lagi, pertemuan dilakukan di kediaman resmi yang merepresentasikan semacam dukungan “kekeluargaan” alih-alih menunjukkan profesionalisme sebagai dua negarawan yang, katanya, memiliki kekhawatiran pada nasib pemilihan umum di Indonesia.

Terlepas adanya publisitas sebagai bentuk “transparansi”, simbolisme tempat pertemuan, pelaku pertemuan dan pilihan kata yang saling meninggikan mengandungi maksud-maksud dan kepentingan yang tersembunyi.

Selanjutnya, mengangkat topik “netralitas POLRI dan TNI” seolah-olah menjadi kekhawatiran kolektif dari kelompok oposisi. Walaupun tidak menyebutkan perihal terpilihnya Komjen Iriawan sebagai PLT Gubernur Jawa Barat, hal ini seperti saling terkait, mulai dari cuitan mantan Presiden SBY, dan kemudian diikuti konferensi pers Zulkifli Hasan-Prabowo ini.

Silakan baca-baca lagi cerita tentang Peponya Memo ini di: http://www.tribunnews.com/regional/2018/06/23/sby-sebut-oknum-bin-polri-dan-tni-tak-netral-di-pilkada.

Sementara itu, Ketua DPP PDIP malah menyebutan fakta bertolakkan dari kekhawatiran berlebihan atas penggunaan aparatur negara ini. Malah sebaliknya, beberapa pejabat, bahkan pejabat KPU digunakan untuk memenangkan Pilpres 2009.

Untuk ini, jangan tanyakan pendapat saya ya, silakan dibaca saja pernyataan Pak Komaruddin Watubun dalam: https://fokus.tempo.co/read/1100412/sby-sebut-aparat-tidak-netral-di-pemilu-pdip-dia-playing-victim.

Maka, segala hal terkait pertanyaan mengenai netralitas TNI dan POLRI dalam Pilkada ini malah menimbulkan pertanyaan balik. Apa benar niat bertanya ini hanya murni mengingatkan, ATAU malah untuk membentuk opini bahwa TNI-POLRI sudah tidak netral?

Padahal menjelang akhir pidato ada pesan sponsor: “Siapa tahu, kalau suatu saat Gerindra dan PAN, dan mungkin mitra-mitra lain mendapat kepercayaan memimpin negara ini, kami akan bikin polisi yang sangat hebat, tentara yang kuat dan hebat, intelijen yang kuat dan hebat.”

Memang kurang hebat gitu, POLRI-TNI-BIN sekarang? Ayoooo, maksudnya apa ayoooo?

“one of the main features of the human language is the possibility of lying” (~Umberto Eco)

 

Sumber : Fb Reno Risanti Amalia

Terkini

  • Berita
  • Featured

Anak Buah @Aniesbaswedan Tak Tahu Felix Siauw Gembong HTI, Netizen: yang dari Kampung Aja Bisa Melihat Dunia

Seorang netizen mengomentari sebuah artikel berjudul "Kepala BKD DKI Tak Tahu Felix Siauw Pernah di HTI: Kita Tahunya Dia Ustaz"…

11 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Ahmad Fanani Tersangka Dana Kemah, Apakah Jubir BPN @Dahnilanzar Akan Menyusul?

Seorang netizen membagikan sebuah artikel berjudul "Polisi Tetapkan Eks Bendahara Pemuda Muhammadiyah Tersangka Dana Kemah" yang tayang di situs Detik.com…

12 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Bodoh bin Bebal! Abdullah Hehamahua Sebut Aksi di MK Tak Ada Urusan dengan Prabowo

Seorang netizen membagikan artikel berjudul "Abdullah Hehamahua: Aksi di MK Tak Ada Urusan dengan Prabowo, Ini soal NKRI" yang tayang…

13 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Makin Jelas @Aniesbaswedan Buka Pintu Balai Kota untuk Ormas Terlarang

Seorang netizen membagikan sebuah artikel berjudul "Dibilang Batal, Begini Suasana Ceramah Felix Siauw di Masjid Pemprov DKI" yang tayang di…

14 jam lalu
  • Berita
  • Featured

GP Ansor ‘Grebek’ Kajian Gembong HTI Felix Siauw di Masjid Balaikota

Seorang netizen membagikan sebuah video anggota Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) yang mendatangi Balai Kota DKI Jakarta untuk membubarkan ceramah Felix…

15 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Terbongkar! @YuanaRyanTresna Ustad HTI, ASN di UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Viral cuitan dari Rais Syuriah PCNU Australia Nadirsyah Hosen atau dikenal Gus Nadir yang membongkar kedok seorang pengasong khilafah. Lewat akun twitter @na_dirs,…

16 jam lalu