Kategoti: Artikel Featured

Catat! Takbir Bukan Untuk Kepentingan Politik

Share

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengingatkan agar umat Islam kembali kepada nilai-nilai luhur ajarannya. Nilai-nilai yang dimaksud adalah menampilkan agama Islam dengan ramah dan akhlak mulia. Sikap tersebut penting dikedepankan untuk membendung radikalisme yang sekarang ini semakin merebak di masyarakat.

Menurut Haedar, Islam mengajarkan umatnya untuk menyebarkan kedamaian dan keselamatan. Nilai-nilai luhur agama Islam harus disampaikan dengan baik dan proporsional. Pemahaman yang keliru terhadap ajaran agama akan melahirkan sikap yang keliru juga. Haedar menyoroti penggunaan kata ‘Allahu Akbar’ yang seringkali dipekikkan bukan pada tempatnya.

“Allahu akbar adalah kalimat toyyibah, kalimat yang tinggi dan agung, bukan untuk dikorupsi menjadi alat politik atau untuk meraih kepentingan sendiri dan kelompok,” ungkap Haedar.

Haedar mencontohkan di sejumlah acara saat ada pidato yang pematerinya tampil berapi-api hadirin langsung langsung memekikkan ‘Allahu Akbar’. Padahal isi yang disampaikan tidak jarang penuh dengan ujaran kebencian sehingga penggunaan kalimat yang agung itu terasa kurang tepat.

Dalam menyikapi kelompok radikal Haedar berharap agar tidak menghadapinya dengan sikap radikal pula karena hal tersebut hanya akan memperpanjang buntut permasalahan. Deradikalisasi yang diambil pemerintah dengan memeranginya sudah tepat, namun harus bisa menggandeng organisasi moderat seperti NU dan Muhammadiyah agar bisa juga memberikan pemahaman agama yang berguna untuk pencegahan radikalisme jangka panjang.

“Kelompok moderat seperti Muhammadiyah dan NU sangat penting dalam membendung pertumbuhan radikalisme. Bila negara secara tidak langsung ikut berkontribusi “menumbuhkan” kelompok radikal dengan kebijakannya yang tidak adil, maka peran yang diemban kelompok moderat menjadi makin berat,” pungkas Haedar.

 

(islamramah/melekpolitik)

Terkini

  • Berita
  • Featured

Dua Korban Tewas Bukan Karena Tembakan, RSUD Tarakan Tegaskan Tidak Ada Proyektil

RSUD Tarakan mengonfirmasi dua korban meninggal dunia usai kerusuhan yang terjadi di sejumlah titik di Jakarta pada Rabu, (22/5). Kedua…

31 menit lalu
  • Berita
  • Featured

Temukan Amplop Berisi Uang, Polisi Usut Massa Bayaran Pelaku Kerusuhan

Polisi menduga kericuhan yang terjadi pasca bubaran aksi demonstrasi di depan gedung Bawaslu dipicu oleh massa bayaran. Sejumlah amplop berisi…

43 menit lalu
  • Berita
  • Featured

Bajingan! Pelaku Kerusuhan Sengaja Pancing Polisi Masuk Masjid, Nanti Koar-koar Penistaan Agama

Bentrokan antara sekelompok massa dengan polisi terjadi di Petamburan, Jakarta. Polisi membubarkan massa di depan Masjid Jami An Nur dengan…

55 menit lalu
  • Berita
  • Featured

Rusuh 22 Mei Dini Hari By Design, Settingan, Polisi Temukan Amplop Berisi Duit

Polri menyebut kerusuhan dekat Bawaslu dan Jl KS Tubun pada 22 Mei dini hari diduga terorganisir. Polisi menyita sejumlah bukti…

1 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Tanggung Biaya Pengobatan Pelaku Kerusuhan, Anies Baswedan Mau Suburkan Kelompok Radikal di DKI Jakarta?

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menanggung biaya perawatan semua korban aksi 22 Mei. Ada pula yang akan ditanggung oleh BPJS.…

1 jam lalu
  • Berita
  • Featured

Licik dan Licin! Anies Baswedan Jalankan Aksi Tersembunyi untuk Panaskan Jakarta

Seorang netizen menulis cuitan membongkar kebusukan dari Gubernur DKI Jakarta terkait jumlah korban tewas dari aksi demo pendukung Prabowo-sandi jelang…

1 jam lalu